
JATIMTIMES, KEDIRI – Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Kediri Mataraman Tahun 2018-2021, dikukuhkan oleh Pjs Walikota Kediri Jumadi, Kamis (3/5/2018) di Gedung lantai V Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri.
Pjs Walikota Kediri Jumadi mengatakan Kota Kediri adalah kota jasa sehingga sektor pangan mutlak harus jadi perhatian.
"Jadi kita hanya mengatur distribusinya saja. Kita punya buffer di Bulog, punya cadangan di berbagai toko, sehingga kemarin inflasi untuk pangan di Januari terendah di Jawa Timur sebesar 0,14% dan inflasi tahun masih lebih baik 1,33%, dan pada tahun 2017 inflasi Kota Kediri terkendali sebesar 3,44%, jadi masih terkendali untuk pangannya,” ujarnya.
Jumadi menjelaskan mutasi lahan itu, pemerintah sudah memiliki instrument yang bernama Perda Zonasi untuk Lahan Pertanian Pangan (LP2B). Jadi daerah harus membuat perda zonasi untuk lahan pertanian berkelanjutan yang harus dijaga.
Dengan perda ini tidak boleh dilakukan mutasi kecuali dengan ijin dan persyaratan tertentu dan sudah diatur oleh Menteri Pertanian.
Oleh karena itu, tiap perda tata ruang yang ada di provinsi atau kabupaten ada luasan minimal yang harus disediakan untuk menjaga stabilitas ekonomi walaupun di Jatim masih surplus.
Hal itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri mencapai 5,5%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%.
Untuk terus menjaga kestabilan ekonomi, peran serta stakeholder baik pemerintah juga swasta dibutuhkan, begitu pula para sarjana ekonomi anggota ISEI Komisariat Kediri Mataraman.
Hadir dalam acara ini, Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur Eko Purwanto, Kepala OJK Slamet Wibowo, Kepala Badan Pusat Statistik Ellyn T. Brahma, Pimpinan Bank Jatim cabang Kediri Bambang Ismono, perwakilan Bank Indonesia, dan Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur Kediri Mataraman Ustadus Sholihin, dan anggota ISEI dari Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Kediri dan Ponorogo yang tadi dikukuhkan.