Dari hasil sosialisasi ini, Paslon memberikan masukan pada pihak KPUD kota Kediri untuk pewarnaan yang kurang cerah
"Paslon nomor urut 1 dan 2 memberikan masukan pada kita untuk pewarnaan yang kurang cerah dan terang," ungkap Pusporini indah Palupi komisioner KPUD kota Kediri Divisi Teknis.
Lebih lanjut Puspo. menjelaskan jika no urut 3 yaitu Paslon Samsul Ashar-Teguh Juniadi memberikan masukan kurang tingginya gambar Paslon walikota dan wakilnya serta gambar kurang besar.
Puspo juga menambahkan , pihak KPUD akan mengakomodir semua masukan dari Paslon dan membawanya ke dalam rapat dengan pihak rekanan yang memenangkan tender cetak surat suara serta melakukan editing gambar Paslon yang sudah dikirim ke KPUD kota Kediri. Adapun surat suara yang dicetak untuk Pilwali kota Kediri nanti sebanyak 204.095 surat suara.
Sementara untuk ketidak hadiran Paslon wakil walikota no urut 1 yaitu Sujono teguh, saat dihubungi jika dirinya masih ada kepentingan lain namun dirinya nanti hadir
"Tidak ada masalah dengan ketidak hadiran Paslon wakil walikota no urut 1. Katanya saat ini masih on the way ke KPU," ungkap Puspo.
Terpisah Abdullah Abu Bakar, calon walikota Kediri no urut 2 dalam keteranganya usai mengikuti sosialisasi membenarkan adanya gambar Paslon yang kurang cerah.
"Semua tidak ada kendala pada surat suara , hanya untuk pewarnaan ya saja kurang cerah, bright-nya kurang," ungkap Mas Abu.
Untuk diketahui pada Pilwali kota Kediri pada 27 Juni mendatang ada tiga Paslon walikota dan wakilnya. Yaitu untuk no urut 1 Gus Ais-Sudjono teguh yang diusung oleh 4 partai PKB, PPP, Gerindra dan Golkar
Untuk Paslon no urut, 2 Abdullah Abu Bakar- Lilik Muhibah diusung oleh 2 partai PAN dan Nasdem didukung oleh partai Demokrat serta PKS.
Sementara untuk no urut 3 yaitu Samsul Azhar-Teguh Juniadi diusung oleh PDIP dan hanura.