"Pihak DPU meminta kita untuk melakukan pengujian, karena jembatan Brawijaya mau dilanjutkan pembangunanya," ungkap Muji saat ditemui dilokasi Pengujian Kamis (10/05).
Lebih lanjut Muji menjelaskan jika anggaran untuk melakukan pengujian Jembatan mencapai Rp 290 juta.
"Pengujian dilakukan selain uji beban juga lengkap termasuk evaluasi mutu beton dan tulangan butuh anggaran 290 juta," pungkas Muji.
Terpisah, Sunarto selaku Kasi Pembangunan. Kebinamargaan DPU kota Kediri , mengatakan, soal aanggaran pengujian, diirinya belum mengetahui.
"Kalau masalah anggaran belum diketahui mas, tapi yang jelas sudah dianggarkan di 2018 bunyinya pengujian... Jadi tidak biaya tersendiri, pengujian sudahada di dalamnya," kata Narto melalui nomor selulernya.
Sementara saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran hingga ratusan juta rupiah yang diajukan oleh pihak ITS , Narto mengaku hal tersebut masih permohonan saja dari pihak ITS. "Itu masih permohonan," ucapnya.
Namun saat dikonfirmasi sudah dilakukanya pengujian , namun belum ada kejelasan kontrak kerja, Sunarto mengatakan, "Pengujian tidak sama dengan kegiatan".
Pada berita sebelumnya dituliskan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri lakukan Uji kekuatan pada jembatan Brawijaya (JB) yang sudah mangkrak pembangunanya hingga beberapa tahun. Dan 2018 ini jembatan diapastikan bisa dilnjutkan pembangunannya usai dilakukan uji skala kekuatan jembatan oleh akademisi dari ITS.