Sidak Dinkes Kediri Temukan Makanan dan Minuman yang Mengandung Boraks dan Formalin

Kediri Dalam Berita | 05/06/2018

Surya

Sidak Dinkes Kediri Temukan Makanan dan Minuman yang Mengandung Boraks dan Formalin
 
surya/didik mashudi
 
Tim dari Kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan uji rapid tes kandungan makanan takjil yang dijual di Jl Hayam Wuruk, Senin (4/6/2018). 



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sidak Dinkes Kediri Temukan Makanan dan Minuman yang Mengandung Boraks dan Formalin, http://surabaya.tribunnews.com/2018/06/04/sidak-dinkes-kediri-temukan-makanan-dan-minuman-yang-mengandung-boraks-dan-formalin.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy

SURYA.co.id | KEDIRI - Sidak makanan yang dilakukan tim dari Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menemukan sampel makanan yang diduga mengandung boraks, formalin dan rodamin.

Ketiga bahan berbahaya itu ditemukan pada kandungan makanan yang dilakukan uji tes, Senin (4/6/2018).

Sampel makanan yang diuji di antaranya cao atau janggelan yang ditemukan untuk campuran es. Dari hasil uji sampel cao yang berwarna hitam mengandung boraks yang merupakan bahan untuk pengenyal makanan.

Kandungan borak dan formalin juga ditemukan pada makanan mie basah yang dijual pedagang. Dari hasil uji rapid tes ditemukan indikator kandungan borak dan formalin pada bahan mie dan nata de coco.

Sementara bahan pewarna rodamin ditemukan pada campuran es selasih dan sirup yang dilakukan uji tes. Dari indikator rapid tes ditemukan cincin pada bahan sampelnya.

Namun untuk menyakinkan makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya bakal dilakukan uji lanjutan di laboratorium.

Boraks merupakan bahan yang biasa untuk mengenyalkan makanan, sedangkan formalin untuk mengawetkan mayat serta rodamin menjadi bahan baku pewarna pakaian.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan PSDK Dinkes Kota Kediri, Dwi Sunaryati, menjelaskan bahan-bahan berbahaya itu kalau menumpuk di dalam tubuh bisa menyebabkan penyakit seperti kanker.

Pihak Dinkes bakal memberikan pembinaan kepada para pedagang UMKM supaya tidak lagi menggunakan bahan yang berbahaya untuk campuran makanan yang dijualnya.

"Karena menyangkut pengusaha UMKM kami berikan pembinaan dahulu. Ini berbeda yang dengan pengusaha besar yang harus mendapat izin sehingga dapat diperiksa lebih dahulu," jelasnya.

Sementara Kadisperindag Kota Kediri Dra Yetty Sisworini saat dikonfirmasi bakal memberikan pembinaan kepada pedagang yang makanannya ditemukan kandungan bahan berbahaya.

Apalagi belum tentu makanan tersebut buatannya sendiri. Karena ada kemungkinan pedagang tersebut hanya menjualkan makanan produk UMKM.