Kediri (Antaranews Jatim) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah meminta bidan selalu dekat dan mendampingi warga di Kota Kediri, Jawa Timur, demi memastikan kesehatan mereka terjaga.
"Kami berterimakasih atas kerjasamanya, atas pengabdian ibu bidan semua. Pemerintah Kota Kediri terus berupaya agar masyarakat Kota Kediri dapat menerima pelayanan kesehatan gratis yang baik dan saya melihat sekarang ini hampir semua ada pendamping ibu hamil jadi ibu-ibu hamil lebih bisa sehat," katanya di Kediri, Minggu.
Wawali dalam acara seminar dan halalbihalal di Balai Kota Kediri juga menambahkan, peran bidan juga cukup besar untuk memantau kesehatan warga Kota Kediri. Hal itu juga sesuai dengan tema yang diusung yakni "Bidan garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui Germas dan pelayanan berkualitas".
Pemerintah Pemerintah Kota Kediri, kini juga telah menaikkan anggaran jaminan kesehatan untuk warga miskin pada 2018 dari Rp2,5 miliar menjadi Rp4 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, sekarang ini tingkat kesadaran masyarakat untuk berobat sudah tinggi. Selain itu, untuk biaya kesehatan tarifnya juga naik, sehingga anggaran kesehatan ditambah.
Fauzan juga berharap, dengan anggaran itu, seluruh warga miskin di Kota Kediri bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik karena pemkot telah menggratiskan biaya kesehatan untuk warga miskin.
"Intinya tidak ada lagi masyarakat di Kota Kediri yang sakit tapi tidak berobat. Wali Kota juga memastikan, jangan sampai ada warga Kota Kediri yang sakit tapi tidak bisa berobat. Sekarang puskesmas sudah terakreditasi semua, rumah sakit juga bagus," katanya.
Di Kota Kediri, jumlah peserta BPJS Kesehatan sekitar 64 ribu warga. Selain itu, ada warga yang masih dibantu dengan program jaminan kesehatan daerah sekitar 65 kepala keluarga (KK). Jumlah warga yang dibantu jaminan kesehatan pada 2018 juga direncanakan akan bertambah lagi.
Terlebih lagi, untuk pelayanan kesehatan juga lebih optimal menyusul Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran II Kediri sudah beroperasi optimal. Selain terdapat bidan, warga yang sakit bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

