
KBRN, Kediri: Untuk mewujudkan sistem good governance, pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Malang, Petir Pujantoro mengimbau, seluruh Lembaga Pemberdayaan Maayarakat Kelurahan (LPMK) di Kota Kediri membangun daerahnya dengan tata kelola yang profesional.
"Salah satunya dengan menjalin sinergi bersama pihak terkait," kata Petir Pujantoro, saat menjadi pembicara pada Pembinaan LPMK se-Kota Kediri Tahun 2018, di Hotel Lotus Garden Kediri, Senin (13/8/2018).
Menurut dia, untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang baik di tingkat kelurahan, maka harus mematuhi sejumlah faktor. Beragam aspek ini antara lain, menggelar kegiatan publik secara terbuka, pemakaian anggaran dana yang transparan dan akuntabel.
"Di samping itu, penggunaan dana ini idealnya juga berdasarkan acuan yang berlaku," katanya.
Di sisi lain, dia menambahkan, dalam pengelolaan pemerintahan yang baik, juga diperlukan akses kemitraan ketika memberdayakan masyarakat. Upaya ini dapat dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah kalangan terkait dan kompeten di bidangnya.
"Seperti mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat/ LSM hingga akademisi di berbagai perguruan tinggi," katanya.
Di lokasi yang sama, tampak hadir, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, yang memberikan sambutan di hadapan seluruh LPMK se Kota Kediri.
Abdullah meyakini, bahwa pada era kekinian, pemerintah sekarang bukan pelaku utama dalam sebuah pemerintahan. Akan tetapi dibutuhkan kerja sama antar stakeholder.
"Hal ini karena, mereka mempunyai pertanggungjawaban yang besar kepada publik," katanya.
Oleh karena itulah, diapun mengajak, segenap lapisan masyarakat dan seluruh LPMK untuk menjalin sinergi di segala bidang. Apalagi, menurut dia, yang bisa mengubah daerah itu adalah warganya sendiri.
"Karena itu saya dan Wakil Wali Kota berkomitmen mengajak masyarakat membangun Kota Kediri bersama-sama baik dalam segi psikologi, lingkungan, sumber daya manusia dan lain-lainnya," katanya.
Lebih lanjut, dia meminta, agar keberadaan LPMK di tengah masyarakat bisa mendorong program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) menjadi lebih baik lagi. Terlebih, sesuai rencana Pemkot Kediri akan menyalurkan tenaga IT di setiap kelurahan agar memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi nanti masyarakat lebih cepat mendapat pelayanan, dan mengurus secara online, selama 24 jam dan bisa diambil keesokan harinya," katanya.