
JATIMTIMES, KEDIRI – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tenaga Kerja (UMTK) Kota Kediri menggelar focus group discussion kelompok usaha mikro wirausaha muda di Kota Kediri, Senin (20/08/2018). Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 17 kelurahan se-Kecamatan Kota Kediri ini bertempat di Klinik UMKM Kota Kediri Jalan Brigjen Pol Imam Bachrie dengan menghadirkan narasumber wakil bidang usaha UMKM Kadin Kota Kediri Drs Setyohadi.
Edit Suwantara SE selaku koordinator klinik usaha mikro Kota Kediri menjelaskan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk untuk mewujudkan visi dan misi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Yakni wirausaha baru (WUB) dan start up sebanyak 15.000. Untuk wirausaha baru, dibidik anggota karang taruna yang berusia di bawah 40 tahun.
"Dengan mem-branding dan memberi wawasan kepada karang taruna ini, apa yang dicita-citakan Wali Kota Mas Abu semoga cepat terwujud. Dan Dinas Koperasi sudah mengadakan pelatihan yang ditargetkan per tahun mampu menciptakan 2.000 sampai 3.000 WUB dari anggaran dari hasil bagi cukai," ucapnya.
Ke depan, Dinas Koperasi akan memfokuskan ke pengembangan sumber daya manusia. Caranya sering melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan untuk mengentaskan pengangguran di Kota Kediri.
"Kegiatan ini sebagai bentuk fasilitasi untuk para pemuda berkreasi. Kegiatan branding ini kita bagi menjadi tiga kali pertemuan. Hari ini kita mengundang perwakilan dari 17 kelurahan se-kecamatan kota. Masing-masing dua orang. Dan minggu depan dilanjutkan Kecamatan Pesantren dan Mojoroto," kata Edit.
Setyohadi selaku narasumber menjabarkan, wirausaha muda atau pengusaha pemula biasanya mengalami permasalahan kurangnya modal, lemahnya pemasaran, dan distribusi serta manajemen keuangan. Oleh karena itu, pihaknya ingin konsep usaha ini harus ada pendampingan.
"Kalau tidak ada pendampingan, biasanya yang terjadi selesai diberi pelatihan terus dibiarkan. Tugas kita mengarahkan dan mendampingi karena Kota Kediri ini bukan kota wisata, namun kota pelayanan," ujar Setyohadi.
Oleh karena itu, ke depan dinas terkait akan lebih menyinkronkan atau lebih spesifikasi bagaimana langsung membuat usaha dengan karang taruna. Selain itu, yang lebih penting adalah mengubah mindset anggota karang taruna untuk segera memulai usaha, apa pun itu.
"Kalau karang taruna bisa menghidupi dan mewarnai di kelurahannya, insya Allah nanti pengangguran berkurang. Misalnya jika setiap satu karang taruna memiliki karyawan 2 orang, maka akan mengurangi pengangguran luar biasa. Jadi, fokus kita pada brand storming untuk segera berwirausaha. Ke depan akan kita sinergikan dengan pengusaha di Kadin untuk menjadi bapak asuh, Baik permodalan, pelatihan pembukuan sekaligus pendampingan secara gratis," tukas Setyohadi yang juga sebagai pembina di karang taruna.