Pedagang di Kediri Kelimpungan Cari Tabung Elpiji Melon Sebulan Langka

Kediri Dalam Berita | 27/08/2018

logo Jatim TIMES

?

Salah satu Pangkalan elpiji milik Sution di Kelurahan Banjaran Kota Kediri.
Salah satu Pangkalan elpiji milik Sution di Kelurahan Banjaran Kota Kediri.

JATIMTIMES, KEDIRI – Warga Kota Kediri kesulitan membeli elpiji 3 kg dalam satu bulan terakhir. Sejumlah kios dan pangkalan elpiji mengaku kehabisan stok. Lenyapnya tabung gas elpiji 3 kg dirasakan seluruh warga Kota Kediri. 

Bahkan di salah satu pangkalan elpiji di Kelurahan Banjaran milik Sution, mengaku tidak memiliki satu pun tabung gas elpiji 3 kg yang berisi. 

"Untuk kelangkaan elpiji 3 kg kemungkinan ada yang mengalihkan dari Kota ke Kabupaten dan mensinyalir elpiji melon dimasukkan ke elpiji 12 kg. Sekitar satu bulan ini kelangkaan elpiji melon, untuk pengiriman jadwalnya tetap. Tetapi permintaan di pasaran terlalu besar, untuk pasokan di pangkalan saya tiap dua hari sekali antar 100 - 110 tabung elpiji 3 kg tiap pengiriman,"ungkap Sution salah satu pemilik pangkalan elpiji di Kelurahan Banjaran Kota Kediri. 

Sujarwo salah satu penjual bebek goreng mengaku, kesulitan mencari tabung gas elpiji 3 kg. Bahkan ia kesal saat membeli tabung melon di Kecamatan Semen, dijual hingga Rp 25 Ribu, padahal harga normal eceran tabung melon cuma Rp 17.500,"ujarnya. 

Sementara itu Kepala Disperdagin Kota Kediri Yetty Sisworini mengatakan, untuk wilayah Kota Kediri sebenarnya masih dalam taraf belum sampai kelangkaan. Tapi banyaknya permintaan sehingga, apabila stok itu ada terjual langsung habis. 

Hasil koordinasi Disperdagin dengan Hiswana Migas bersama Pertamina, stok elpiji dalam satu tahun aman. Mungkin ini diakibatkan banyaknya pertumbuhan PKL dan rumah makan baru dan banyak yang punya hajat, juga disebabkan musim kemarau banyak para petani menggunakan tabung gas elpiji melon. Salah satunya untuk penggunaan pengairan sawah," ngkap Yetty Sisworini saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (23/8/18). 

Yetty menambahkan, untuk harga di pasaran bervariatif karena ada informasi, yang penting dapat barang mereka mau beli. Untuk Kota Kediri barang yang dicari masih dalam batas aman. Kalau nanti memang benar-benar terjadi kelangkaan, kami akan tetap turun ke lapangan untuk melakukan sidak di agen dan pangkalan elpiji,"pungkasnya.