Kediri (beritajatim.com) - Tim Satgas Elpiji Kabupaten Kediri menggelar sidak (inspeksi mendadak) dan monitoring pasokan elpiji khususnya ukuran 3 kilogram (kg) di lapangan. Hal itu menyusul adanya keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan elpiji melon.
Sidak dilakukan di wilayah Kecamatan Pare, Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Petugas mendatangi agen-agen dan pangkalan elpiji untuk memantau stok.
"Tujuan kegiatan ini agar tim bisa mengetahui secara langsung ketersediaan barang yang ada di lokasi. Kami melakukan pendataan dan monitoring harga," kata Drs Sampurno MM, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri, Sabtu (25/8/2018).
Dari pendataan dan komunikasi secara langsung dengan pemilik usaha agen dan pangkalan, diperoleh keterangan jika memang akhir-akhir ini permintaan konsumen terhadap elpiji subsidi meningkat.
"Kemungkinan karena adanya hari libur yang berdekatan, yaitu hari Libur Nasional 17 Agustus, Minggu 19 dan Hari Raya Idul Adha 22 Agustus," bebernya.
Tim Satgas sempat mengetahui, salah satu pangkalan yang disinyalir melakukan penahanan pendistribusian elpiji di lokasi. Tim melihat pengumuman di papan apabila elpiji bersubsidi habis. Karena penasaran, tim kemudian masuk ke dalam untuk meninjau secara langsung ke toko.
Di luar dugaan, setelah dicek ternyata stok elpiji di tempat ini masih tersedia banyak. Kejadian tersebut mengindikasi adanya kasus penahanan barang di pangkalan serta aksi borong dari oknum pengecer yang menjadi salah satu faktor penyebab.
Oknum pengecer, yang notabene tidak memiliki garis kaitan langsung distribusi elpiji memanfaatkan momen banyaknya permintaan dari konsumen. Mereka membeli dengan jumlah yang banyak kemudian dijual dengan harga lebih tinggi dari harga normal.
Karena adanya penahanan pendistribusian elpiji tersebut berdampak pada terjadinya kenaikan harga. Harga elpiji melon semua yang sudah ditetapkan antara kisaran Rp 17.000 - 18.000 per tabung, kini melambung menjadi Rp 20.000 - 23.000 pada tingkat pengecer.
"Kesulitan masyarakat mendapatkan elpiji akhir-akhir ini disebabkan oleh permintaan dari konsumen yang melebihi konsumsi. Meskipun PT Pertamina sendiri telah menambah jumlah penyaluran elpiji kepada masyarakat," jelasnya.
Tim satgas terdiri dari jajaran instansi terkait diantaranya, Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo Kabupaten Kediri dan PT Pertamina.
Data dari Pertamina, telah melakukan penambahan stok untuk pendistribusian elpiji di wilayah Kabupaten Kediri mulai 14-16 Agustust 2018. Penambahan sebanyak 27.440 tabung. Kemudian hingga 24-25 Agustus sudah tercatat sebanyak 59.360 tabung
