
JATIMTIMES, KEDIRI – Tak bisa disangkal, evolusi teknologi memengaruhi banyak hal di sekitar kita, termasuk urusan kamera. Di zaman modern seperti sekarang ini, ternyata dunia fotografi tidak hanya diramaikan dengan kamera jenis digital atau yang populer disebut DSLR. Namun kamera tua yang masih bermesin analog pun rupanya masih tak kalah penting di mata pecinta dunia fotografer.
Bahkan kamera tersebut kini malah semakin banyak peminatnya. Selain digandrungi para pecinta fotografer, seperti di Kota Kediri misalnya, ada sebuah komunitas "Klisebinar" dari perkumpulan penggemar kamera jadul.
Deni Candra (26) salah satu penggemar kamera analog yang tergabung dalam Komunitas "Klisebinar" mengungkapkan, fotografi analog memiliki pemahaman dan tantangan dalam mengatur dan menyesuaikan cahaya dengan cuaca saat proses pengambilan gambar. Yang jadi pembeda kamera digital dengan analog, adalah tidak mengandalkan proses editing, sehingga setiap fotografer dituntut untuk mendapatkan hasil foto yang baik sejak gambar masih ada di dalam film.
Komunitas Klisebinar hadir sebagai komunitas bagi para fotografer analog yang beraktivitas di Kota Kediri.
“Saat ini kegiatan fotografi dengan menggunakan kamera analog masih bisa dilakukan. Karena masih adanya ketersediaan film di pasaran dan proses cuci cetaknya masih bisa dilakukan. Komunitas kamera analog "Klisebinar" yang berdiri sejak Agustus 2017 sekitar setahun yang lalu, saat ini sudah ada 25 anggota yang aktif bergabung. Tapi kita di sini tidak memiliki ketua karena di sini semua dalam proses belajar,” tutur Candra, Sabtu (1/9/18).
Menurut pria yang juga penghobi Vespa ini menuturkan, tantangan fotografi analog adalah pada saat proses mencuci film, karena membutuhkan detail dan perasaan yang lebih dalam mendapatkan hasil akhirnya. Untuk hunting kita biasanya hari Minggu, sedangkan untuk objek yang kita ambil biasanya benda mati.
“Fotografi analog merupakan hobi yang cukup menantang karena banyak tahapan yang harus saya lewati untuk bisa melihat hasil foto, mulai dari membeli roll film yang fresh hingga proses cuci film. Tantangan tersebut tidak bisa kita dapatkan pada teknologi digital yang serba memberi kemudahan kepada penggunanya,"pungkasnya.