Kenaikan Biaya SMA Sumbang Inflasi Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 03/10/2018

  • Kenaikan Biaya SMA Sumbang Inflasi Kota Kediri
 

KBRN, Kediri : Akibat naiknya biaya pendidikan tingkat SMA, faktor tersebut memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri, sehingga kawasan ini mengalami inflasi 0,20 persen selama bulan September 2018.

"Selama bulan September 2018, biaya pendidikan terutama Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kediri mengalami kenaikan 12,48 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,016 persen. Umumnya hal ini terjadi, baik di SMA negeri maupun swasta di kota ini," kata Kepala Seksi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Adi Wijaya, di Kediri, Selasa (2/10/2018).

Dia menyampaikan, pada bulan September 2018 memang Kota Kediri mengalami inflasi 0,20 persen. Pencapaian inflasi di kawasan ini, tertinggi dari 7 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) lainnya di seluruh Jawa Timur.

"Sementara, posisi inflasi tertinggi nomor dua berada di Surabaya dengan 0,15 persen, sedangkan deflasi tertinggi berada di Banyuwangi sebesar 0,49 persen," ujarnya.

Selain naiknya biaya pendidikan tingkat SMA, tambah dia, komoditas lain yang memberi sumbangan paling besar terhadap inflasi kota ini, di antaranya, biaya perguruan tinggi dan harga beras.

Lalu, ulas dia, ikut dipicu oleh kenaikan harga rokok kretek, kue basah, dan ikan bandeng. Kemudian, juga naiknya harga kelapa, buah jeruk, dan buah pisang selama bulan September 2018.

"Untuk kenaikan harga rokok kretek, ini setiap bulan menjadi penyumbang inflasi. Selain karena kenaikan tarif cukai rokok, tapi juga dipengaruhi masih banyaknya masyarakat yang merokok," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, komoditas yang memberi tekanan besar terhadap inflasi Kota Kediri, antara lain turunnya harga timun, telur ayam ras, cabai merah, dan buah semangka.

"Bahkan juga dipengaruhi turunnya harga wortel, tahu mentah dan kacang panjang. Selain itu juga turunnya harga bawang merah tomat sayur, dan daging ayam ras," katanya.