
KBRN, Kediri : Seiring diraihnya penghargaan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri sebagai TPID terbaik se-Pulau Jawa dan Bali, sejumlah perwakilan pemerintah daerah di luar pulau menggelar studi banding ke Kota Kediri.
"Dengan upaya ini, kami melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sekaligus menjalin kerja sama perdagangan dengan pemerintah daerah di luar Pulau Jawa. Antara lain, dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri, Mohammad Solikin, di Kediri, Senin (1/10/2018).
Melalui langkah ini, yakin dia, jug sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan pasar Kota Kediri di luar Pulau Jawa. Selain itu, diharapkan pula pasar lain di pelosok daerah juga dapat ikut dijangkau.
Di sisi lain, dia mengungkapkan, rahasia dari keberhasilan TPID Kota Kediri dalam meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat. Salah satunya, yakni kekompakan TPID ketika menghadapi kenaikan harga pangan.
"Setiap menjelang lebaran, tahun baru, atau setiap ada kenaikan bahan pokok, kami selalu berkoordinasi untuk mengatasi gejolak harga," katanya.
Senada dengan Mohammad Solikin, Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana, menyatakan, saat ada fluktuasi harga, maka berbagi instansi yang tergabung dalam TPID selalu bertindak cepat.
"Misalnya saat ini rapat, setelah dihasilkan keputusan bersama, maka besoknya langsung digelar operasi pasar murni atau pasar murah," katanya.
Sebagai informasi, tiap kali diadakan operasi pasar, biasanya semua tim turun langsung ke lapangan. Mulai dari staf hingga Kepala OPD terkait turut serta. Di lain pihak,Wali Kota atau Wakil Wali Kota juga ikut bergabung dengan tim ke lapangan, untuk menjual bahan pangan yang ada di pasar murah.
"Para petinggi di daerah ini, tak segan bertemu langsung dan melayani masyarakat," katanya.