Pikat Generasi Milenial Sekelompok Ibu Rumah Tangga Lahirkan Batik Motif Kontemporer

Kediri Dalam Berita | 03/10/2018

 
 
Pikat Generasi Milenial, Sekelompok Ibu Rumah Tangga Lahirkan Batik Motif Kontemporer
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) -- Seelompok ibu rumah tangga di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, Jawa Timur menekuni usaha membatik dengan aneka motif sejarah dan potensi daerah seperti, kesenian jaranan, kali brantas, jajanan khas getuk pisang dan tahu kuning.

Kreatifitasnya ini cukup berhasil memikat masyarakat, khususnya kaum milenial yang biasanya lebih menyukai fashion kekinian. Banyak pemuda yang mengorder kain batik dari tangan terampil mereka.

Kasiana, selaku koordinator perajin batik ibu rumah tangga ini mengaku, generasi muda cenderung menyukai motiv kontemporer yang mengikuti perkembangan zaman dan pola abstrak. 

Namun, agar kesan tradisional dari batik tidak hilang ,mereka mengkombinasikan dengan motiv zaman dahulu.

Para perajin memproduksi empat jenis batik yaitu, batik tulis, batik cap, batik kombinasi dan batik jumput. Satu lembar kain batik cap biasa dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, sedangkan batik kombinasi Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Adapun harga batik tulis dijual diatas harga Rp 300 ribu, hingga Rp 1 juta, apabila dari bahan kain sutra .

Ada sekitar 20 orang ibu rumah tangga yang menekuni usaha membatik di sebuah sanggar yang ada di Kelurahan Dandangan ini. Mereka memanfaatkan waktu luang, disela-sela kesibukan mengurus rumah tangga untuk menciptakan kreasi batik. Tak jarang pekerjaan tersebut dibawa pulang ke rumah.

Para perajin memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk batiknya. Selama ini, karya seni mereka dipesan oleh masyarakat dari luar Kediri seperti Kabupaten Malang, Palembang, Lmpung hingga Kalimantan. Mereka juga kerap melayani pesanan dari lokal kediri yang berasal dari lingkungan kedinasan.


Pada momentum Hari Batik Nasional ini, para perajin ingin lebih berkreasi. Mereka berniat batik semakin dicintai masyarakat. Terlebih batik Indonesia sudah diakui dunia sebagai warisan yang ditetapkan oleh UNESCO. (

Tidak ada artikel terkait