
JATIMTIMES, KEDIRI – Berpenampilan urakan seperti rambut mohawk, jarang mandi, badan penuh tato, telinga bolong, dan hidup di jalanan menjadikan anak punk banyak dijauhi. Bahkan keluarganya sendiri banyak yang tidak menerima mereka.
Namun, sebenarnya kehidupan para anak punk di jalanan masih bisa diselamatkan, supaya bisa hidup tertib dan punya masa depan yang lebih baik. Tetapi, untuk mengubah sikap dan perilaku mereka tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan. Harus melalui proses yang cukup panjang.
Guna mengubah sikap dan perilaku anak punk, Satpol PP Kota Kediri memberikan pembinaan dan mengarahkan pada hal yang lebih positif. Tujuannya agar anak yang sudah terbiasa di jalanan itu bisa melupakannya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Di bawah binaan Satpol PP Kota Kediri, para anak jalanan atau anak punk diberi lapangan pekerjaan untuk mengelola usaha waralaba yang diberi modal oleh pemodal. Misalnya menjual sosis bakar dan sosis telur, teh comela aneka rasa, serta jasa tur dan travel. Rata-rata para anak punk yang sudah jadi binaan dulunya sering terkena razia satpol PP.
Menurut Kepala Satpol PP Kota Kediri Ali Muklis, acara opening waralaba binaan Satpol PP Kota Kediri ini bertujuan agar anak punk bisa berdaya dan berguna di masyarakat. "Karena dulu mereka hidup di jalanan, setelah mendapatkan pembinaan, akhirnya mereka diberdayakan dengan memberikan usaha waralaba makanan dan minuman kaki lima serta jasa tur dan travel," ujarnya usai membuka opening waralaba di kantor satpol PP, Kamis (11/10/18) malam.
Ali menambahkan, meskipun berjualan di jalan, anak punk harus menaati peraturan daerah yang mengatur masalah kegiatan para pedagang kaki lima di jalan.
Sementara itu , Ani Rahayu -salah satu anak punk yang telah mendapatkan binaan oleh satpol PP- mengaku sangat bersyukur atas diberikannya lapangan pekerjaan usaha waralaba ini. Dia merasa lebih bisa mandiri dan positif dibandingkan hanya mengamen di jalan, minum-minuman keras dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat tentang kelakuan anak punk atau anak jalanan.
"Dengan adanya usaha ini, kami bisa menunjukkan kepada masyarakat jika kami lebih kreatif dan bisa berubah lebih baik," ungkapnya.
Ani berpesan kepada anak punk yang masih hidup di jalanan agar dapat berubah lebih baik dan kreatif seperti yang telah mendapat bimbingan keterampilan usaha waralaba. "Ke depannya kami harus lebih baik. Kami tunjukan tidak usah dengan ucapan. Ayo bergerak bagaimana menjadikan sebuah sampah menjadi sebuah permata,"ucapnya.