Kondusivitas Kota Kediri Bikin Inflasi Tak Sampai Angka Satu

Kediri Dalam Berita | 15/10/2018

logo Jatim TIMES

?

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (tengah) bersama dandim dan kapolresta Kediri saat menggelar acara kabar kamtibmas. (eko Arif s /JatimTimes)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (tengah) bersama dandim dan kapolresta Kediri saat menggelar acara kabar kamtibmas. (eko Arif s /JatimTimes)

JATIMTIMES, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghadiri acara Kabar Kamtibmas yang digagas Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi. Kegiatan ini merupakan pertemuan anggota bhabinkamtibmas dan babinsa se-Kecamatan Kota untuk menyampaikan kamtibmas di wilayah hukum Kediri Kota. Acara sendiri diadakan di aula Koramil 0809/01 Kota Kediri, Selasa (9/10/18) malam. 

Dalam sambutannya, wali kota mengapresiasi kegiatan Kabar Kamtibmas. Sebab, kegiatan ini dapat menciptakan solusi-solusi untuk kamtibmas di Kota Kediri. 

“Alhamdulillah permasalahan-permasalahan di Kota Kediri dapat terselesaikan. Kegiatan ini sama dengan Kopi Tahu di mana permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Kediri dapat diselesaikan dengan diskusi bersama masyarakat,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dan komandan Kodim 0809 Kediri karena telah membantu menjaga Kota Kediri tetap kondusif. Hal ini terbukti dengan penyelenggaraan Pilwali Kota Kediri dan Pilgub Jawa Timur di Kota Kediri berjalan lancar tanpa adanya gejolak sedikit pun. 

“Pilwali Kota Kediri dan Pilgub jawa Timur lalu berjalan aman dan sangat kondusif. Kedepan yang menjadi tantangan kita adalah tetap menjaga kondusivitas Kota Kediri dalam pilpres dan pileg,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Mas Abu juga menjelaskan bahwa kondusifitas yang terjadi di Kota Kediri ini dapat membantu menumbuhkan perekonomian di Kota Kediri. Pada bulan September lalu inflasi Kota Kediri bahkan tidak menyentuh angka satu, yakni di angka 0,22 persen saja. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,6.

"Ternyata keadaan yang kondusif di sini sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Penduduk di Kota Kediri kurang lebih 300 ribu, namun di pagi hari bisa meningkat menjadi 1,5 hingga 2 juta karena banyaknya orang dari daerah lain datang ke Kota Kediri untuk melakukan kegiatan ekonomi,” jelasnya.

Terakhir, orang nomor satu di Kota Kediri ini berpesan agar semua unsur di Kota Kediri tidak hanya memusuhi narkoba, berita hoax, ujaran kebencian dan masalah ideologi. Namun juga harus selalu memerangi peredaran miras yang terjadi di masyarakat.

"Kita tidak bisa tinggal diam terhadap masalah miras. Tolong laporkan kepada kepolisian bila ada peredaran miras di lingkungan masyarakat, apalagi Polres Kediri Kota telah memiliki aplikasi sehingga laporan bisa menjadi lebih mudah,” pesannya.

Sementara itu, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengungkapkan ada empat strategi yang dilakukan Polres Kediri Kot untuk menjaga kamtibmas. Pertama adalah penguatan 3 Pilar Plus. Kedua, gaya kepolisian pro aktif. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan pengembangan teknologi. Keempat, peningkatan sarana dan pra sarana.

Kegiatan yang diikuti bhabinkamtibmas, babinsa serta lurah se-Kecamatan Kota ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Camat Kota Herry Purnomo, jajaran Polres Kediri Kota serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.