Soal Proyek Bandar Udara Ini Persiapan Pemkot Kediri

Kediri Dalam Berita | 14/12/2018

 
 
Soal Proyek Bandar Udara, Ini Persiapan Pemkot Kediri
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com)--Groundbreaking atau peletakan batu pertama Bandara Kediri diperkirakan dilakukan Maret 2019 mendatang. 

Meskipun lokasi airport berada di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, namun Pemerintah Kota Kediri juga melakukan berbagai persiapan.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, pihaknya sedang membuat analisa tentang hal-hal yang harus dipersiapkan dalam mendukung program strategis Nasional tersebut. Sebab, Kota Kediri merupakan daerah paling dekat dengan lokasi pembangunan bandara.

“Yang sudah dilakukan, pertama kita meningkatkan sumber daya manusianya (SDM). Indek Pembangunan Manusia (IMP) kita meningkat dibanding daerah lain. Juga pada tingkat Nasional, IPM kita lebih unggul,” jelas Abdullah Abu Bakar kepada beritajatim.com beberapa waktu lalu.

Persiapan lainnya adalah tentang jalur jalan. Pemkot Kediri melalui dinas terkait sedang melakukan analisa jalan. “Di Kota Kediri, kita sedang mencoba menganalisa apakah membuat jalur baru atau tidak untuk mengurai kemacetan,” bebernya.

Walikota yang akrab dengan panggilan Mas Abu ini menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur tentang keberadaan Jembatan Mrican. Jembatan yang sebelumnya melintang di atas Sungai Brantas tersebut putus pada 2017 lalu.

Bangunan peninggalan zaman Kolonial Belanda ini sangat vital karena menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Menurut Mas Abu, keberadaan jembatan bisa menjadi solusi pengurai kemacetan, apabila arus lalu lintas meningkat saat Bandar Udara Kediri telah operasional.

“Jembatan Mrican ini bibir antarjembatannya ada di Kabupaten Kediri. Ada yang bilang itu jembatan milik Pabrik Gula Mrican. Makanya, saya berharap provinsi bisa men-take over itu, sembari mengurai kemacetan. Kita sengaja persiapan sekarang agar nanti apabila airportnya sudah jadi, bisa mengurai kemacetan,” beber Mas Abu.

Walikota berusia muda ini mengaku, telah melakukan komunikasi secara langsung dengan Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo terkait dengan jembatan Mrican. “Kita sudah bilang ke Pakde Karwo. Nanti kita ulang ke Bu Khofifah (Gubernur Jatim baru, Khofifah Indar Parawansa). Tanggapan Pakde Karwo bagus. Kalau harus diselesaikan provinsi, ya provinsi siap,” ungkap Mas Abu.

Persiapan lainnya adalah rencana pembuatan jalan ring road yang nyambung antara wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Akses tersebut akan menjadi bagian dari jalan nasional. Sehingga, Pemkot Kediri melakukan komunikasi secara langsung dengan Pemerintah Pusat.

“Mulai persiapan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait ring road Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri. Kita masih komunikasi, dan ini menjadi jalan nasonal, maka menjadi wewenang pemerintah pusat,” jelasnya.

Lalu di mana titik jalan ring road tersebut? Mas Abu mengatakan, titik ring road berada di jalan outer Kota Kediri atau pembatas antara Kota dan Kabupaten Kediri. 

Pihaknya akan mencari lokasi untuk jalan tersebut pada aset pemerintah daerah. Sehingga dalam proses pembebasannya tidak membutuhkan biaya besar.