Desainer Nasional Imbau Pengrajin Kediri Urus Hak Cipta

Kediri Dalam Berita | 14/12/2018

  • Desainer Nasional Imbau Pengrajin Kediri Urus Hak Cipta
 
 

KBRN, Kediri: Untuk mendukung ekspansi pasar, terutama dalam menembus pasar global, sejumlah desainer Nasional asal Jakarta mengimbau agar pengrajin batik dan kain tenun khas Kota Kediri segera mengurus hak cipta.

"Hak cipta memang sulit didapatkan, tapi setelah kita mendapatkannya, maka produk orisinal kita dapat terlindungi dari ancaman plagiat sejumlah oknum tak bertanggung jawab," kata salah satu Fashion Desainer Nasional, Lenny Agustin, saat memamerkan karyanya, di acara fashion show bertajuk The 4th Dhoho Street Fashion, di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Kamis (13/12/2018).

Menurut Lenny, meskipun pengurusan hak cipta pada saat ini terbilang tidak mudah, tapi bagi seorang pengrajin hak cipta adalah kunci utama. Khususnya, dalam berbisnis di dunia fashion di Tanah Air.

"Oleh karenanya, kami mengajak para pengrajin di Kediri terus memperjuangkan hasil karyanya agar segera mendapatkan hak paten," ujarnya.

Lantaran, ungkap dia, dalam perkembangan bisnis fashion, banyak sekali oknum yang dengan mudahnya, meniru motif seseorang. Sementara, sesuai aturan pemerintah untuk menuntut seseorang ataupun pengusaha yang meniru motif, maka ada persyaratan sendiri.

"Yang mana, mereka boleh dituntut di jalur hukum, jika motif yang ditiru lebih dari 70 persen," katanya.

Sementara itu, di tengah pesatnya perkembangan usaha kain tenun ikat dan batik di Kota Kediri, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, berpesan, agar setiap kelurahan yang memiliki pengrajin tenun dan batik selalu meningkatkan kreativitas dan inovasinya.

"Misalnya, tak hanya memproduksi kain tapi juga produk lain, seperti sepatu serta beragam bentuk tas, yang bahan bakunya dari kain tenun ikat maupun batik," katanya.

Abdullah menambahkan, bahwa aspek inovasi sangat penting bagi kemajuan sektor tersebut. Hal ini supaya generasi muda mendatang memahami, bahwa Kota Kediri memiliki sentra industri tenun ikat dan batik, yang melegenda. Bahkan kini, permintaan pasar terhadap aneka produk ini, tak hanya dari dalam negeri, tapi meluas hingga di luar negeri.

Di samping itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Yetty Sisworini, optimistis, bahwa perhelatan fashion show di area terbuka ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah setempat dalam mengenalkan produk lokal ke kancah global.

"Walaupun sudah empat kali diadakan, Dhoho Street Fashion ini selalu ada kreasi dan inovasi baru. Bahkan, makin banyak masyarakat yang antusias dalam menggemari beragam produk yang dihasilkan para pengrajin asal Kota Kediri," katanya.

Dengan langkah ini pula, yakin dia, ke depan semakin menumbuhkan semangat masyarakat untuk berwirausaha. Salah satunya, bergerak di bidang fashion, sehingga bakal membuka banyak lapangan pekerjaan baru di kawasan ini.