
KBRN, Kediri : Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat. Hal ini karena performa inflasi kumulatif selama tahun 2018 terakumulasi di level 1,97 persen.
"Pencapaian inflasi tahunan di Kota Kediri pada tahun 2018, patut dibanggakan. Apalagi, menempati peringkat terendah di Pulau Jawa hingga Bali," kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat menghadiri rilis inflasi tahunan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri dan TPID Kota Kediri, di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Rabu (2/1/2019).
Dengan kinerja inilah, Abdullah menyampaikan, ucapan terima kasihnya kepada seluruh anggota TPID Kota Kediri. Bahkan, pada kesempatan ini pula pihaknya juga memberikan apresiasi kepada sinergi yang baik antara para pedagang dan distributor di Kota Kediri.
"Alhamdulillah, para pedagang dan distributor di Kota Kediri mau diajak kerja sama juga mau. Kami juga bersinergi dengan koperasi peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar," katanya.
Di sisi lain, tambah dia, upaya pemda setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terealisasi. Apalagi, hal ini tercapai dari sinergi yang baik antara pemda setempat, TPID, dan berbagai pihak terkait.
"Sinergi ini terlihat, dalam upaya kami untuk mengendalikan nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kini pertumbuhan ekonomi Kota Kediri berada di level 5 persen, sedangkan inflasi ada di bawah 2 persen," katanya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, ikut memberikan tanggapan positif, atas tercapainya inflasi tahunan Kota Kediri yang bisa terjaga dengan baik.
"Kami bersyukur, atas kekompakan yang terjalin antara Bank Indonesia, TPID Kota Kediri, dan pemda setempat berbagai gejolak harga dapat ditekan dengan baik, sehingga inflasi terkendali," katanya.
Terlebih lagi, lanjut dia, pada saat ini kondisi ekonomi makro Indonesia juga makin menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin, dari penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, hingga cadangan devisa RI yang kian membaik.
"Kami berharap, membaiknya kondisi ekonomi makro ini bisa menggerakkan ekonomi di daerah. Khususnya lagi, di Kota Kediri seiring tercapainya inflasi bulan Desember 2018, sebesar 0,29 persen dan terendah di Jawa Timur," katanya