Kediri (Antaranews Jatim) - Angka kemiskinan di Kota Kediri, Jawa Timur relatif turun dari 2017 sebesar 8,49 persen menjadi 7,68 persen pada 2018, yang menunjukkan bahwa berbagai program yang dibuat pemerintah tepat sasaran, kata Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Senin.
"Alhamdulillah ini kerja sama Barenlitbang (Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan) menggandeng BPS, kolaborasi menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di Kota Kediri, yang selama ini angkanya belum bagus dengan perkembangan kota. Kami gunakan data statistik dan menurunkan secara cepat dan tepat," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri.
Ia mengungkapkan, pemerintah kota memang menggunakan data BPS untuk menurunkan secara cepat dan tepat. Berbekal dari data tersebut, pemerintah kota melakukan berbagai macam intervensi, sehingga mampu menekan angka kemiskinan di kota ini.
Beberapa program yang dibuat misalnya pemberian beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin, program rastrada, perbaikan rumah tidak layak huni, program pengajaran bahasa inggris secara gratis "english massive". Selain itu, juga terdapat program pemberdayaan masyarakat (prodamas), pemberian SPP gratis untuk SD, SMP, pemberian seragam gratis, dan sejumlah program lainnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Kota Kediri, juga berhasil turun di bawah angka pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur, dimana pada 2018 angka pengangguran di Kota Kediri sebesar 3,63 persen sedangkan Provinsi Jawa Timur lebih tinggi di angka 3,99 persen.
Wali Kota mengungkapkan pada 2014 angka pengangguran terbuka di Kota Kediri sebesar 7,66 persen dan Provinsi Jawa Timur sebesar 4,49 persen, pada 2015 angka pengangguran Kota Kediri berada di angka 8,46 persen dan Provinsi Jawa Timur di angka 4,47 persen. Di 2017 pengangguran di Kota Kediri sebesar 4,68 persen dan Provinsi Jawa Timur sebesar 4,00 persen.
Ia juga mengungkapkan, Pemerintah Kota Kediri membuka perizinan selebar-lebarnya, sehingga semakin banyak investor yang datang ke Kota Kediri. Hal ini bisa berpengaruh positif dengan semakin turunnya angka pengangguran.
Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri juga mengajak seluruh pemangku kebijakan terkait untuk bekerja optimal dalam mengawal berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan di kota kediri.
"Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari BPS. Sehingga program-program yang diberikan Pemerintah Kota Kediri harus tepat sasaran, tuntas dan efektif," kata dia.
Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T Brahmana mengatakan dari angka yang telah diolah BPS memang menunjukkan indikasi yang bagus, misalnya angka kemiskinan yang turun. Selain itu, pengangguran yang juga turun, pertumbuhan ekonomi juga bagus. Namun, ia mengatakan hal itu tentunya harus dijaga, terutama untuk inflasi.
"Inflasi harus dijaga. Selama inflasi terkendali dengan baik, bukan berarti rendah dalam satu tahun, tapi antarbulan terjaga. Jadi naik turun tidak terlalu tinggi. Mampu membeli barang," kata dia.
Ia menambahkan, untuk mempertahankan inflasi terkendali tidak mudah. Diharapkan, pada 2019 ini, pemerintah kota mempertahankan berbagai program yang bisa menekan inflasi, menjaga pola kerja yang ada sekarang dengan tepat sasaran.

