
KBRN, Kediri : Seiring kunjungan kerja, Presiden RI, Joko Widodo, pada Jumat, 4 Januari 2019, tepatnya, untuk melakukan peresmian, beragam proyek infrastruktur di berbagai daerah di Jawa Timur, hal ini menuai respon positif dari masyarakat di daerah. Khususnya, pasca peresmian pembangunan Rusunawa di STKIP Tulungagung, IAIN Tulungagung, dan juga Jembatan Ngujang Tahap 2 di Tulungagung.
"Meski kini telah dibuka (24/12/2018) dan dilakukan uji operasional, kami juga ingin Jembatan Brawijaya, Kota Kediri diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo," Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, di Kediri, Senin (7/1/2019).
Dia mengaku, telah mengajukan penawaran tersebut kepada Pemerintah Pusat. Namun, hingga sekarang hal ini belum memperoleh tanggapan.
"Kami sudah mengirimkan penawaran, tapi untuk mendatangkan orang nomor satu di negeri ini tidaklah mudah. Apalagi, karena Presiden RI memiliki kegiatan kerja yang sangat luar biasa dan sudah terjadwal," katanya.
Ditambahkan oleh Abdullah, walaupun telah dilakukan uji coba operasional di Jembatan Brawijaya Kota Kediri, sampai sekarang pemda setempat belum bisa mengeluarkan data resmi, seberapa banyak masyarakat yang melintas.
"Hal ini karena jembatan ini baru dibuka jelang Natal dan Tahun Baru, jadi kalau dievaluasi sekarang, kami pikir datanya belum bisa mewakili proyeksi pengguna jalan dalam satu tahun. Mungkin nanti pada Februari atau awal Maret mendatang," katanya.
Namun demikian, lanjut Abdullah, secara umum keberadaan Jembatan Brawijaya, Kota Kediri telah mampu mengurai penumpukan arus lalu-lintas di jantung Kota Kediri.
"Hal paling utama pada jam masuk sekolah, ataupun pada jam masuk kantor yang memang selama ini relatif padat," katanya.
Akan tetapi, yakin dia, pembangunan infrastruktur ini telah dirasakan manfaatnya secara positif oleh masyarakat. Misalnya, baik bagi pengguna jalan dari arah Timur Sungai Brantas menuju Barat Sungai Brantas, maupun sebaliknya.