
JATIMTIMES, KEDIRI – Film sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita dapat melihat berbagai film melalui televisi atau menonton di bioskop. Menonton film bisa menjadi sebuah hiburan bahkan ada pula yang menjadikannya sebagai hobby.
Kita dapat melihat imajinasi sutradara yang dituangkan secara apik dalam film. Dan dunia film pun semakin berkembang dari masa ke masa, terlihat jelas dari sisi teknologinya.
Boleh dibanggakan, dewasa ini industri perfilman Indonesia sudah makin berkembang dari masa ke masa. Tingginya daya beli masyarakat Kota Kediri saat ini, menumbuhkan optimisme kalangan pengusaha pada sektor bisnis, salah satunya bisnis bioskop.
Bisnis layar lebar ini diprediksi bakal terus berkembang tahun ini. Investor melirik lini usaha bioskop sebagai portofolio investasi dalam meraup untung jutaan Rupiah.
Tingginya ketertarikan investor juga dipengaruhi dengan mulai tumbuhnya industri perfilman dan meningkatnya kualitas perfilman di Tanah Air.
Tahun ini dua bioskop besar akan segera hadir di Kota Kediri yakni CGV yang merupakan perusahaan dari Korea Selatan dan Cinema21 yang menjadi pelopor Cineplex di Indonesia.
Mereka akan membuat persaingan dunia perfilman di Kota Kediri semakin marak, melihat di Kota Kediri hanya ada satu bioskop yakni Golden Theater.
Menurut Irwan Hardiyanto Manajer Kediri Mall membenarkan, gedung bioskop baru akan hadir di pusat perbelanjaan yang dia kelola. Gedung Bioskop yakni CGV diperkirakan akan hadir di Kota Kediri sekitar 6 sampai 7 bulan lagi yang rencananya akan berada di lantai 7 Transmart Kediri Mall.
?Rencananya memang ada gedung bioskop, nantinya masih sekitar 6 sampai 7 bulan lagi. Di kami CGV kalau Cinema21 kelihatannya di Ramayana. Investornya insyaallah dari Jakarta,? ujarnya saat dihubungi KEDIRITIMES, Rabu (9/1/19).
Berdasarkan data Badan Perfilman Indonesia (BPI), industri perfilman nasional mampu menghasilkan 120 judul film panjang dan 250 pendek pada tahun lalu. Bahkan, beberapa film mampu mengumpulkan penonton hingga jutaan pasang mata.
Bagi pengusaha bioskop kondisi ini merupakan masa yang membahagiakan mereka. Bagaimana tidak, dengan meningkatnya jumlah penonton film Indonesia bukan semata-mata banyaknya uang mengalir ke pundi-pundi mereka. Indikasi lain adalah makin cintanya masayarakat Indonesia kepada film produksi buatan anak bangsa.
Sementara itu, Pantauan KEDIRITIMES di Kediri Mall sudah tertera tulisan CGV lantai 7 coming soon di setiap sudut pintu masuk maupun pintu lift. Pada lantai itu sudah terlihat sejumlah pekerja merenovasi bangunan yang dulunya adalah ballroom.
Hal serupa juga terjadi di Ramayana Dept Store Kediri yang rencananya akan hadir Cinema21 pada kawasan swalayan tersebut. Salah satu pekerja di Kediri Mall mengatakan, pihaknya hanya mempersiapkan ruangan untuk ditempati bioskop. ?Kita hanya meninggikan saja sesuai keinginan,? katanya.
Sementara itu , menurut Hanna Humaira seorang penggiat perfilman di Kediri mengatakan, geliat bioskop-bioskop di Indonesia khususnya di Kediri menandakan apresiasi masyarakat terhadap perfilman sangat tinggi.
Salah satu penggagas Komunitas Film Indie Kediri ini melihat, masyarakat Kota Kediri sedang membutuhkan layar tambahan untuk film-film Indonesia yang berkualitas. Dia memprediksi, film akan menjadi hiburan utama bagi masyarakat di Kediri.
?Kualitas film bioskop sekarang makin bagus terutama film Indonesia. Makin banyak yang dapat penghargaan baik di dalam maupun luar negeri, reviewnya juga cukup bagus. Maka bioskop-bioskop baru hadir di Kediri saya rasa bagus karena minat masyarakat sekarang juga lagi bagus. Contohnya kita pernah adakan nobar tiketnya sold out, terus ada meet and greet Yowisband dulu itu juga rame banget terus pemutaran alternatif sekarang juga banyak yang datang,? katanya.
Hanna menambahkan, bioskop yang pernah mengalami masa-masa kelam dikarenakan terpaan internet serta kualitas perfilman di Indonesia yang kurang sesuai keinginan masyarakat.
?Kalau bioskop sempat redup memang beberapa tahun yang lalu secara menyeluruh tidak hanya di Indonesia saja karena industry perfliman waktu itu lagi tidak bagus. Yang terpenting adalah produktivitas pembuatan film jika meningkat jumlah penonton juga meningkat. Selain itu minat masyarakat juga karena jumlah layar bioskop yang semakin banyak,? tandasnya.