Reporter: Ellya Destiara Permata
Kediri today, Pemerintah kota Kediri siapkan beberapa langkah menjelang dibangunnya exit told an bandara yang akan dibagun oleh pemerintah Kabupaten Kediri Jawa Timur. Salah satu akibat yang akan terjadi ialah kemacetan karena kota Kediri merupakan pusat dari daerah-daerah disekitarnya. Sebagai langkah awal, Pemerintah kota Kediri menggelar Infrastructure Discussion dengan tema “Menyongsong Jalan Tol dan Bandara untuk Masa Depan Transportasi di Kota Kediri. Acara tersebut digelar di Warunk Upnormal kota Kediri. (10/1)
Narasumber pada diskusi tersebut antara lain Dr.Ir.Ibnu Sasongko pakar tata ruang ITN Malang, Achmad Wicaksono, Ph.D pakar transportasi Universitas Brawijaya, dan Fauzul Rizal, MT kandidat doktor Cornel University, New York.
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memaparkan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam menjawab hal tersebut. Posisi Kota Kediri sebagai pusat perdagangan dan jasa menjadikan kendaraan dari luar kota banyak yang beraktivitas di Kota Kediri, “Kota Kediri sebagai hub menjadikan kota ini semakin padat. Pada pagi hari orang yang beredar di Kota Kediri mencapai dua juta padahal penduduk di Kota Kediri sekitar tiga ratus ribu”, ujarnya.
Pemerintah kota Kediri merumuskan beberapa langkah untuk mengurai kemacetan, diantaranya ring road dalam kota, Jembatan Brawijaya, implementasi teknologi informasi, serta revisi RT RW Kota Kediri. “Kita sudah merencanakan membangun ring road dalam kota namun ini harus lintas daerah dan lembaga. Yang telah kita wujudkan adalah pembangunan jembatan Brawijaya dan ATCS di Dinas Perhubungan Kota Kediri. Kita juga lakukan revisi RT RW untuk membuat jalan baru agar kemacetan di daerah Mrican terurai,” jelasnya.
Abdullah Abu Bakar berharap dengan adanya exit tol diwilayah kota Kediri dapat menjadi hal positif bagi masyarakat kota Kediri. Hal positif tersebut antara lain dalam bidang perekomian sehingga dapat memajukan kesejahteraan warga kota Kediri.

