
KBRN, Kediri : Pada bulan Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri khawatir, beras premium mampu memicu terjadinya inflasi.
"Sementara pada bulan Januari 2019, Kota Kediri sempat mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Kondisi ini mencatatkan inflasi Kota Kediri terendah nomor dua, dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim," kata Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri, Adi Wijaya, mewakili Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T. Brahmana, di Kediri, Selasa (26/2/2019).
Pencapaian inflasi Januari ini, ungkap Adi, diharapkan menjadi pekerjaan rumah bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Khususnya, agar berbagai gejolak harga pada bulan Februari 2019, tidak memunculkan inflasi.
"Kalau pada Februari ini, ada libur panjang Imlek. Yang mana, ada sejumlah bahan pangan dikhawatirkan dapat memicu inflasi, misalnya beras premium dan daging ayam ras," ujarnya.
Lantaran, tambah dia, diperkirakan besarnya permintaan masyarakat terhadap kedua komoditas pangan tersebut, bisa berdampak pada meningkatnya harga masing-masing. Namun demikian, hal itu juga patut diwaspadai masyarakat, karena faktor cuaca yang tak menentu dapat mengurangi pasokan di pasaran.
"Faktor cuaca, memang bisa menjadi indikator utama minimnya stok bahan pangan. Khususnya, yang dihasilkan dari berbagai produk pertanian dan peternakan," katanya.
Di sisi lain, terkait besarnya permintaan pasar terhadap beragam jenis ikan laut, Adi menilai, kondisi tersebut memang belum bisa terdata secara detail. Hal ini karena pihaknya perlu mensurvei dulu, seberapa banyak komunitas Tionghoa di Kota Kediri, yang mengonsumsi ikan untuk memperingati Tahun Baru Imlek.
"Jikalau sudah terdata, dan memang saat itu ada peningkatan konsumsi ikan, hal ini bisa saja memberikan kontribusi juga pada munculnya inflasi pada Februari 2019," katanya.
Mengenai beras premium, lanjut dia, faktor ini juga menjadi pemicu inflasi dalam beberapa bulan terakhir di Kota Kediri. Situasi tersebut, karena besarnya konsumsi masyarakat di daerah ini terhadap beras premium.
"Namun demikian, secara umum, performa inflasi tahunan di Kota Kediri pada akhir tahun 2018, mampu mencapai 1,97 persen," katanya.
Pencapaian ini, imbuh dia, kembali menobatkan Kota Kediri sebagai daerah dengan inflasi paling rendah se-Pulau Jawa dan Bali. Dari hal ini pula, yang menjadikan Kota Kediri, sebagai rujukan banyak pemda di luar daerah, tentang cara pengendalian inflasi.