Puluhan Anak Muda Kediri Pamer Foto "Head Hand Heart"

Kediri Dalam Berita | 08/03/2019

logo Jatim TIMES

?

Puluhan anak muda pecinta fotografi yang tergabung dalam Smada Photography and Documentary (SPOD) pamerkan puluhan karya fotografi yang dikemas dalam SPOD Exbihition bertajuk "Head Hand Heart" di SK Coffee Lab. (Foto: Istimewa)
Puluhan anak muda pecinta fotografi yang tergabung dalam Smada Photography and Documentary (SPOD) pamerkan puluhan karya fotografi yang dikemas dalam SPOD Exbihition bertajuk "Head Hand Heart" di SK Coffee Lab. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES, KEDIRI – Puluhan anak muda pecinta fotografi yang tergabung dalam Smada Photography and Documentary (SPOD) memamerkan puluhan karya fotografi yang dikemas dalam SPOD Exbihition bertajuk "Head Hand Heart". Pameran ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Rabu (6/3) bertempat di SK Coffee Lab.

Dalam sambutannya, Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasinya terhadap anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi. Menurut dia, dalam fotografi, anak-anak muda ini dilatih tentang rasa karena rasa itu tidak tersurat namun tersirat. "Kalau kita hanya memotret freeze saja, semua orang pasti bisa. Namun bila memotret dengan rasa, itu harus dipikirkan kapan waktunya. Jadi, benar-benar menggunakan rasa," ujar Mas Abu, sapaan akrabnya.

Wali kota yang juga memiliki hobi fotografi ini  juga berpesan agar anak-anak muda terus berlatih dan memahami dasar-dasar fotografi. Sebab, seiring dengan perkembangan zaman, banyak anak  muda yang berjualan melalui sosial media. Tentunya, agar produknya menarik, harus ditunjang dengan foto produk yang keren. 

"Saya lihat anak-anak milenial ini banyak yang jualan online shop . Mereka membutuhkan foto produk yang keren. Tentunya dalam menghasilkan foto yang keren, dasar-dasar fotografi harus dipahami," katanya.

Mas Abu juga menambahkan, selain memahami dasar fotografi, anak-anak muda harus bisa mengolah hasil karya fotonya menjadi lebih bagus lagi dengan menggunakan aplikasi untuk mengedit foto. Salah satunya dengan adobe photoshop. 

"Setelah dasar-dasar fotografi yang harus dipalajari adalah mengolah foto agar lebih bagus dengan menggunakan photoshop. Dengan kemajuan teknologi, photoshop pun bisa dipelajari melalui youtube. Sekarang semua bisa dipelajari. Jadi, kalian harus belajar sebanyak mungkin," imbuhnya.

Ke depan, wali kota muda berusia 38 tahun ini berharap hasil karya fotografi di Kota Kediri semakin keren lagi. Apalagi, Pemerintah Kota Kediri telah membangun beberapa taman yang bisa digunakan untuk hunting foto. Tidak hanya itu. Pemerintah Kota Kediri pun sering mengadakan lomba foto agar anak-anak muda Kota Kediri menghasilkan karya-karya yang bagus. Usai memberikan sambutan, Mas Abu meninjau hasil karya fotografi yang dipamerkan.

Pada kesempatan yang sama, pembina SPOD Adi Kusumo menjelaskan tema "Head Hand Heart" ini diambil karena dalam menghasilkan karya foto yang baik. Tiga hal tersebut sangatlah penting. Hand berarti anak-anak harus menguasai teknik-teknik fotografi termasuk penguasaan alat. Head artinya anak-anak harus belajar mengonsep sebuah foto. Heart berarti anak-anak harus berkarya menggunakan hati. "Ketika saya memberikan materi pada anak-anak saya katakan tiga hal itu sangat penting," jelasnya.

Untuk diketahui, SPOD Photography Exhibition ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6-8 Maret 2019. Tidak hanya diisi dengan pameran foto. Kegiatan ini juga diisi dengan bedah foto dan workshop fotografi.

Hadir dalam kegiatan ini,  Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri Apip Permana, Waka Kesiswaan SMAN 2 Kediri Ahmad Nuryani, dan anggota SPOD.