Serunya Nobar Film "Pohon Terkenal" Bersama Forkopimda Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 26/03/2019

logo Jatim TIMES

?

Sejumlah pejabat foto bersama saat nobar film Pohon Terkenal. (Foto: Istimewa)
Sejumlah pejabat foto bersama saat nobar film Pohon Terkenal. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES, KEDIRI – Siapa yang tak kenal dengan polisi? Salah satu pekerjaan yang terhitung paling populer di kalangan anak-anak saat ditanya apa cita-citanya saat dewasa kelak. Namun pernahkah kita bayangkan bagaimana pendidikan yang dilakukan untuk menjadi seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia ini?

Sebuah film dengan judul "Pohon Terkenal" pun dibuat dengan mengisahkan kehidupan para taruna-taruni di institusi Akademi Kepolisian (Akpol).

Senin (25/3) malam di sebuah ruang gelap dengan deretan kursi berwarna merah yang tertata rapi di depan layar bioskop Golden Theater Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu menikmati salah satu karya film Indonesia yang menceritakan taruna-taruni Akpol tersebut bersama Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kajari Kota Kediri Drs Martini, Ketua PN Kota Kediri Wahyu Iman Santoso.

Dalam film garapan sutradara Monty Tiwa itu, kisah bermula dari seorang pemuda bernama Bara Maulana, lulusan SMA dan belum ada pandangan akan menjadi seperti apa di masa depannya. Tiba-tiba dia bernazar akan mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol) sesuai dengan keinginan ibunya yang kala itu sedang sakit. Dan cerita ini pun dimulai.

Dalam sebuah angkatan pendidikan Akpol pasti ada yang mendapatkan julukan Pohon Terkenal, sebuah gelar yang diberikan kepada taruna/ taruni Akpol yang sering membuat ulah. Bara yang sedari awal masuk ke dalam Akpol karena memenuhi harapan ibunya menghabiskan masa remajanya dengan sedikit terpaksa di Akpol. Saking seringnya membuat pelanggaran, gelar Pohon Terkenal pun resmi disandangnya.

Bara yang sempat putus asa beberapa kali mencoba melarikan diri. Namun hadirnya seorang sahabat di sampingnya membuat Bara memiliki alasan dan semangat untuk tetap berada di Akpol. Adalah Ayu Sekar Wati, seorang taruni yang juga putri dari seorang jenderal polisi dan satu lagi taruna bernama Johanes Solossa.

Usai menyaksikan film "Pohon Terkenal", Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu menyampaikan bahwa film tersebut memberikan sebuah edukasi untuk para pelajar yang ingin masuk ke dalam Akademi Kepolisian.

"Dalam masuk Akpol itu tidak ada prioritas khusus. Jadi semua sama. Sekarang ini juga sudah ada taruni, sejak tahun 2008, sehingga dimungkinkan tidak hanya putra saja tapi putri juga bisa masuk jadi taruni. Tadi digambarkan ada taruni anak jenderal tapi dalam pendidikan diperlakukan sama. Ini adalah satu motivasi atau peluang untuk masuk Akpol,? ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan bahwa film Pohon Terkenal ini ditujukan untuk menyemangati adik-adik yang masih duduk di bangku SMA untuk mendaftar ke Akademi Kepolisian karena sifatnya terbuka dan siapa pun memiliki kesempatan yang sama.

"Siapap un bisa diterima di Akademi Kepolisian asal sesuai dengan persyaratan dan melalui tes-tes yang ada. Siapa pun, dari kalangan mana pun bisa mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian,? jelasnya.

Satu lagi kesan-kesan terkait film tersebut disampaikan oleh Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno. "Film Pohon Terkenal tadi menarik sekali. Tentunya ini menjadi motivasi dan semangat generasi muda untuk ikut memiliki cita-cita dalam membela bangsa dan negara salah satunya di Akpol ini. Ternyata di dalamnya penuh dengan dinamika, tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan selama ini. Sangat positif,? ungkapnya.

Tampak hadir pula dalam kegiatan nonton bareng kali ini ratusan anggota Kepolisan Resort Kediri Kota dan Ibu-Ibu Bhayangkari Kota Kediri.