KBRN, Kediri : Pada bulan Maret 2019, Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Pencapaian ini setara dengan inflasi Jawa Timur pada periode yang sama.
"Namun, realisasi inflasi kota Kediri sebesar 0,16 persen ini tampak lebih tinggi kalau dibandingkan inflasi Nasional selama Maret 2019, sebesar 0,11 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Ellyn T. Brahmana, di Kediri, Rabu (3/4/2019).
Dia menyampaikan, kondisi inflasi di Kota Kediri pada bulan Maret 2019, karena kelompok bahan makanan. Seperti meningkatnya harga bawang putih, bawang merah, dan tomat sayur.
"Jika dilihat dari kontribusi inflasinya, maka di masing-masing komoditas bahan pangan ini menyumbang bobot inflasi sangat besar," katanya.
Walau demikian, tambah dia, ada juga komoditas penghambat inflasi. Beragam bahan pokok ini di antaranya penurunan harga daging ayam ras dan tarif listrik.
Secara umum, kata dia, inflasi tiga bulan terakhir tetap terkendali di Kota Kediri. Namun, pencapaian inflasi pada bulan Maret ini perlu diwaspadai.
"Bahkan, pada bulan April ini juga banyak agenda warga guna menyambut Bulan Puasa Ramadhan," katanya.
Akibatnya, yakin dia, komoditas bahan pangan termasuk permintaan masyarakat terhadap bumbu dapur juga dikhawatirkan bakal meningkat.
Oleh karenanya, Ellyn berharap, untuk mengatasi hal ini maka masyarakat diimbau agar melakukan pola pembelanjaan yang wajar. Idealnya, mereka membeli barang sesuai kebutuhan dan bukan sesuai keinginan.
"Walau demikian, jika inflasi Kota Kediri tercapai 0,16 persen pada bulan Maret 2019, maka kami mencatat inflasi tahun kalender tercapai di posisi 0,22 persen. Lalu, inflasi year on year/ YOY tercapai 1,69 persen," katanya.