
KBRN, Kediri : Pada bulan Ramadan 1440 Hijriah, aktivis peduli lingkungan, yang bergabung dalam Komunitas Nol Sampah Wilayah Surabaya mengajak masyarakat Kediri,dan sekitarnya untuk segera stop pemakaian sedotan plastik.
"Sedotan plastik adalah salah satu benda, yang pemakaiannya relatif sekali pakai. Ketika sudah dipakai, dibuang, jadi sampah," kata Koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya, Wawan Some, saat dihubungi RRI Kediri, Senin (20/5/2019).
Dia mengungkapkan, faktanya, di laut sangat banyak sampah sedotan plastik. Ada juga beberapa sedotan yang bahan bakunya tidak jelas. Padahal seharusnya, sedotan plastik idealya memakai plastik yang aman bagi penggunanya.
"Sesuai data yang kami terima, sebanyak 93 juta batang sedotan plastik dipakai setiap harinya. Sementara, sampah dari sedotan plastik ini tidak dapat diuraikan dalam waktu dekat dan tidak bisa didaur ulang," katanya.
Bahkan, tambah Wawan, dulu saat berbelanja minuman apa pun, langsung diberi sedotan oleh penjual. Namun, seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat terhadap sampah plastik, terutama sedotan plastik semakin meningkat.
"Sekarang sudah mulai banyak yang menerapkan pembatasan sedotan," katanya.
Dia mencontohkan, jikalau konsumen tidak meminta, maka dia tidak akan diberi. Tapi, ada juga gerai kopi yang mulai mengganti sedotan plastiknya.
"Nah, mereka (gerai kopi, red) akan mendesain gelasnya supaya menyerupai sedotan," katanya.
Kedepan, lanjut dia, pihak Komunitas Nol Sampah juga akan terus mengedukasi masyarakat. Tujuannya, supaya Program Solusi Diet sedotan plastik dapat terwujud secara nyata dan menyeluruh di penjuru Nusantara.
"Kalaupun ada masyarakat yang terbiasa memakai sedotan, idealnya pakai bahan lain. Seperti kaca, bambu, atau stainless steel yang dinilai lebih aman bagi tubuh si pengguna," katanya.