Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengadakan safari dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ke sejumlah ulama di daerah itu untuk menjaga silaturahim, sekaligus memaparkan program kerja pemerintahannya lima tahun mendatang demi kemajuan daerah.

"Ini kali kesekian kami mengadakan silaturahim ke Pesantren Wali Barokah untuk menyambung tali silaturahim. Alhamdulillah Kota Kediri sangat kondusif dan kalau kita lihat dari perkembangan, dari sisi ekonomi juga sangat luar biasa dibandingkan dengan daerah lain. Kami memiliki pertumbuhan 7,02. Inflasinya di bulan puasa kemarin juga paling rendah di Indonesia yaitu 0,05," katanya di Kediri, Kamis.

Wali kota datang dengan Forkopimda Kota Kediri ke pondok pesantren sekaligus memohon doa demi kemajuan kota ini.

"Kami mohon doa, karena kami membangun Kota Kediri untuk kemajuan bersama baik ukhuwahnya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, stabilitas politik dan budayanya," ujar Mas Abu, sapaan akrabnya.

Mas Abu juga mengatakan selama lima tahun kepemimpinannya pada periode pertama, banyak hal yang telah berhasil dilakukan berkat dukungan semua pihak, termasuk pondok pesantren.

"Saya bersyukur setelah menjabat lima tahun yang lalu bahkan sampai sekarang pondok-pondok, tokoh agama, tokoh masyarakat terus memberikan dukungan dan sumbangsih pemikiran bagi Kota Kediri. Sehingga tingkat toleransi di Kota Kediri alhamdulillah sangat tinggi," kata dia.

Ia juga berharap dukungan dari pengasuh pondok pesantren agar Kota Kediri bisa lebih berkembang.

"Kota Kediri boleh berkembang, tapi berkembangnya tidak boleh 'ngawur' (amburadul), harus ditata sesuai dengan kebudayaan kita, sesuai dengan desain kita yaitu banyaknya pondok pesantren di Kota Kediri. Untuk itu saya mohon dukungannya agar Kota Kediri bisa terus berkembang sesuai dengan harapan kita bersama," kata dia berharap.

Terkait rencana pembangunan yang akan dilakukan untuk lima tahun ke depan, Mas Abu mengutarakan akan berusaha mengatasi kemacetan karena adanya "exit tol". 

"Kami sekarang sedang menyiapkan rencana untuk lima tahun ke depan, termasuk salah satunya antisipasi kemacetan termasuk membuat 'ring road'. Kami juga minta dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun Kabupaten Kediri. Jadi ini harus ada sinergitas antara pusat, provinsi maupun daerah," ujar dia.

Mas Abu juga menambahkan, saat ini pemerintah kota berupaya mengembangkan "small medium enterprise" agar UKM di Kota Kediri berjalan dengan baik.

Hal ini dilakukan mengingat Kota Kediri adalah kota perniagaan. Peran pondok pesantren juga dinilai sangat penting guna mendukung langkah itu, demi meningkatkan "human development index". 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Forkopimda dan FKUB Kota Kediri melakukan safari Idul Fitri 1440 Hijriah dengan berkunjung ke para ulama di Kota Kediri. Rute perjalanan dimulai dengan mengunjungi KH Anwar Mansur di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, lalu ke kediaman KH Anwar Iskandar (Gus War) di Kelurahan Jamsaren, serta Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri. Di pesantren itu, rombongan disambut pengasuh, KH Sunarto, beserta pengurus.