2015-12-01_20.15.34ADAKITANEWS, Kota Kediri- Badan Pusat Statistik (BPS) lakukan realess neraca inflasi Kota Kediri bulan November yang bertempat di Hall Grand Surya, Selasa (01/12) pukul 14.00 Wib. Dalam realess itu, Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,11 persen akibat naiknya harga sembako dan beberapa sayur mayur Kota Kediri menempati peringkat 5 inflasi tertinggi se Jawa Timur.

“Pada bulan November, Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,11 persen,”ungkap Firda Kepala BPS Kota Kediri pada awak media.

Firda menambahkan, inflasi di Kota Kediri dipengaruhi oleh kenaikan maupun penurunan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran. Kenaikan indeks terjadi dalam bahan makanan 0,41 persen, makanan jadi, minuman, tembakau 0,65 persen dan kesehatan 0,01persen. Penurunan terjadi dalam kelompok perumahan seperti, air, listrik, gas, bahan bakar 0,27 persen, sandang 0,47 persen, pendidikan, rekreasi, olahraga 0,02 persen, transpor, komunikasi, jasa keuangan 0,04 persen.

“Kenaikan indeks terjadi pada bahan makanan mentah maupun masak,”jelasnya.

Diakuinya, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri pada bulan November 2015 adalah daging ayam ras, rokok kretek filter, pepaya, telur ayam ras, gula pasir, sawi hijau, mie, nasi dengan lauk pauk, ikan bandeng, dan kaang hijau.”Daging ayam ras tetap nomor urut satu yang menyumbang inflasi di Kota Kediri,”urainya.

Data yang dihimpun tim adakitanews.com, dari 8 Kota Indeks Harga Konsumen(IHK) di Jawa Timur, kenaikan inflasi terjadi diseluruh kota, Kecuali Kota Surabaya mengalami deflasi 0,02%. Semenep mengalami inflasi terbesar 0,30% dan Probolinggo terendah 0,05%. Sedangkan Kota Kediri sendiri menduduki peringkat kelima inflasi setelah, Sumenep, Jember, Madiun, dan Malang.(zhu)

Keterangan Gambar : Indeks inflasi di Kota Kediri versi BPS Kota Kediri