Cabai Komoditas Paling Diminati Pada OPM Bulog Dan TPID Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 16/07/2019

  • Cabai, Komoditas Paling Diminati Pada OPM Bulog Dan TPID Kota Kediri
 

KBRN, Kediri: Cabai rawit, menjadi komoditas pangan paling diminati masyarakat pada agenda Operasi Pasar Murni (OPM) Bulog Subdivre Kediri dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Senin (15/7/2019).

"Pada OPM Bulog dan TPID Kota Kediri ini, digelar di 3 titik keramaian sekaligus. Dari penjualan berbagai jenis sembako ini, yang paling laris cabai rawit," kata Wakil Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Kediri, Deny Kurniawan, saat memantau OPM Bulog dan TPID Kota Kediri, di Bundaran Taman Sekartaji, Kediri, Senin (15/7/2019).

Menurut Deny, pelaksanaan OPM tersebut diadakan di tiga kecamatan, di Kota Kediri. Masing-masing titik, yaitu di Bundaran Taman Sekartaji untuk mewakili Kecamatan Mojoroto. Lalu, di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan PK Bangsa, guna menjangkau masyarakat di Kecamatan Kota, sedangkan di Lapangan Gajah Mada, mewakili Kecamatan Pesantren.

"Titik OPM yang dipilih, telah disesuaikan dengan kemudahan akses konsumen. Dengan harapan, mereka bisa langsung membeli bahan pokok yang dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, tambah dia, berkaitan dengan bahan pokok yang dipasarkan, pada OPM kali ini di antaranya, cabai rawit dengan harga Rp 48.000 per kilogram, telur ayam ras Rp 19.000 per kilogram, dan bawang merah Rp 20.000 per kilogram.

"Ada pula beras yang dijual Rp 46.000 per kemasan ukuran lima kilogram. Selain itu, ada gula pasir, dan minyak goreng," katanya.

Mengenai pasokan bahan pokok di OPM, imbuh dia, pihaknya menjamin dalam posisi aman. Hal ini seiring sinergitas Bulog Subdivre Kediri dengan TPID dan Bank Indonesia Kediri.

"Meski harga cabai rawit di.berbagai daerah naik signifikan, alhamdulillah berkat kerja sama yang baik, kami bisa memperoleh pasokan cabai rawit dari mitra binaan Bank Indonesia Kediri," katanya.

Alhasil, lanjut dia, jika harga cabai rawit di pasaran sekitar Rp 60.000 per kilogram, maka melalui OPM ini, masyarakat cukup mengeluarkan uang Rp 48.000 per kilogram.

Kondisi ini diamini, Aminah, ibu rumah tangga asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

"Ya, harga cabai rawit ini sekarang sangat mahal, tapi dengan operasi pasar, harga belinya terjangkau. Tadi saya beli setengah kilogram, dan saya lihat kualitas cabainya bagus," katanya.

Aminah berharap, ke depan agenda OPM Bulog dan TPID Kota Kediri terus digelar. Bahkan, dia mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari pemda setempat dan dinas terkait, guna mengatasi mahalnya harga cabai dan bahan pokok lainnya.

Perlu diketahui, pada OPM tersebut, stok cabai rawit yang tersedia di Bundaran Taman Sekartaji Kediri mencapai 10 kilogram dan dilakukan pembatasan pembelian, yakni satu konsumen hanya boleh membeli cabai rawit, maksimal satu kilogram.

Namun akibat banyak masyarakat yang memburu cabai ini, sejak lapak dibuka pukul 08.00 WIB, maka sekitar pukul 09.30 WIB, barang sudah habis terjual, sehingga sejumlah calon pembeli lain terpaksa kembali pulang.

Meski demikian, pihak Bulog Subdivre Kediri memastikan, agenda OPM serupa akan diadakan sampai harga cabai rawit di Kota Kediri, stabil.