SURYA.co.id | KEDIRI - Pemkot Kediri menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri 2020-2024 di Ballroom Hotel Lotus Garden, Kamis (1/8/2019).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bakorwil 1 Madiun, Gatot Gunarso yang menyampaikan ada isu-isu strategis yang dicanangkan Presiden Jokowi terkait pembangunan nasional ke depan.
Di antaranya pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, mendorong investasi, reformasi birokrasi dan penggunaan APBN yang lebih efektif.
Gatot menjelaskan tujuan inti Rancangan RPJMD untuk harmonisasi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan RPJMD Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Daerah melaksanakan pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan, yaitu pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan usaha, akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah," jelasnya.
Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan kepada seluruh stakeholder karena RPJMD 2014-2019 dapat dilaksanakan dengan baik. Walikota menyampaikan beberapa indikator makro pembangunan RPJMD 2014-2019 mencapai nilai yang memuaskan dan menunjukkan tren yang sangat positif.
“Pertama adalah indeks reformasi birokrasi kita saat ini di angka 76,69. Berikutnya indeks kepuasan masyrakat (IKM), kalau dulu jarang diukur, saya minta sekarang mengukur ini karena pada 2013 saya survei ada ketidakpercayaan publik kepada pemerintah," jelasnya.
Sehingga di tahun berikutnya mengukur dengan IKM, dan akhirnya ditemukan IKM 3,25 atau 80,98 yang harus terus ditingkatkannya dengan layanan berbasis elektronik.
"Semua kalau bisa harus berbasis online," tandasnya.
Berikutnya Indeks Kota Layak Huni 63,975 yang melebihi target serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) angkanya 77,58.
Selain itu sudah ada universitas negeri yaitu IAIN dan Universitas Brawijaya, Polinema. Kalau SD, SMP, SMA sudah bagus.
"Harapan saya kita semua ikut andil dalam pembangunan sumber daya manusia," ungkapnya.
Sementara exit toll dan airport dipastikan akan banyak bisnis turunannya sehingga SDM masyarakat harus ditingkatkan.
Persentase penduduk miskin 2013 adalah 8,23 pada 2018 menurun menjadi 7,68. Secara ekonomi, sekarang banyak anak muda yang tadinya pergi ke luar kota atau bekerja menunggu modal, sekarang di rumah dan tinggal upload barang-barang yang dijual karena ada market place seperti bukalapak. Sehingga berdampak positif menekan angka kemiskinan.