Wali Kota Kediri Ingin Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kediri Smart City

Kediri Dalam Berita | 29/08/2019

TIMES Indonesia

Wali Kota Kediri Ingin Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kediri Smart CityWali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menghadiri bimtek di ruang Joyoboyo Pemkot Kediri (FOTO: Pemkot Kediri for TIMES Indonesia)
 

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap seluruh OPD di Kota Kediri mendukung gagasan Kediri Smart City. Kota Kediri menjadi satu dari daerah di Indonesia yang mendapat pendampingan penyusunan masterplan dan quick win smart city yang digagas pemerintah.

Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan ini tujuannya untuk membimbing kabupaten/kota dalam menyusun Masterplan Smart City_agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Pemkot-Kediri-a.jpg

Wali Kota mengatakan, merumuskan agar Kota Kediri bisa menjadi smart city itu memang sulit, tapi nanti bila sudah selesai akan disinergikan dengan baik. Mensinergikan ini pastinya akan jauh lebih mudah.

“Tentu, disini saya hadir akan menyaksikan bahwa program kita sudah berjalan dengan baik atau tidak. Karena kita memang ingin Pemerintah Daerah (Pemda) bekerjanya tidak hanya mengurusi hal itu-itu terus dan kita harus bekerja cerdas juga melayani masyarakat karena masyarakat kita sangat sensitif sekali terhadap pelayanan,” ujarnya, saat menghadiri Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tahap III Gerakan Menuju 100 Smart City, Rabu (28/8/2019) bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Pemkot-Kediri-b.jpg

Abdullah Abu Bakar menambahkan bahwa masyarakat Kota Kediri harus diberikan pelayanan yang cepat. Bila masyarakat dilayani dengan cepat, akan menimbulkan kepercayaan kepada Pemda di kalangan masyarakat. Ibaratnya mereka akan merasa puas dialayani oleh Pemda dengan sistem yang baik dan tidak berbelit-belit. 

Terakhir wali kota berpesan, semua program agar tidak berjalan dengan sendiri-sendiri namun terintegrasi. Kedepan semua pihak bisa melakukan yang terbaik program-program yang sudah dibentuk.

"Saat ini Kota Kediri ada di level 3 untuk smart city, bila ingin untuk naik ke level 4 itu benar benar harus dipersiapkan. Kota kediri juga harus bisa lebih cepat dari daerah lain mengingat Kota Kediri punya potensi yang sangat besar," ucapnya.

Pemkot-Kediri-c.jpg

Pembimbing smart city dari Kementerian Kominfo Harry Nugroho mengatakan agar Kota Kediri bisa mencapai Level 5 untuk smart city seperti keinginan wali kota, maka seluruh pihak harus bekerja sama. 

"Untuk mencapai level 5 Barenlitbang dan Diskominfo perlu diskusi apa saja yang perlu dilakukan dan tidak hanya kondisi lapangan yaitu program sudah dijalankan dengan baik namun juga harus bisa membuktikan secara legal bahwa program sudah berjalan dengan baik karena masalahnya tidak hanya tentang teknologinya namun juga tentang payung hukum, peraturannya bagaimana, SOP sudah ditulis atau belum dan lain-lain semua hal tersebut harus dilengkapi agar bisa mencapai level yang lebih tinggi, bila tidak dilengkapi maka tidak bisa naik ke level yang lebih tinggi. Semua pihak harus bisa bekerja sama dengan baik agar smart city bisa mencapai level 5," ucapnya.

Turut hadir dalam bimtek ini pembimbing smart city dari Kementerian Kominfo Hary Febriansyah, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri dan peserta Bimtek Tahap III Gerakan Menuju 100 Smart City.