Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Jatim Bersalawat. Acara yang digelar juga untuk memperingati Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jawa Timur. Tempatnya di lapangan aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Selasa (22/10/19) malam.
Jatim Bersalawat dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir juga dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Kediri Lilik Mubibbah.
Dalam kegiatan ini, puluhan ribu santri bersalawat dengan dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf. Jatim Bersalawat dimulai dengan lagu Santri Lirboyo dan Yalal Waton.
Dalam sambutannya, Khofifah mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Lirboyo yang berkenan menempatkan Jawa Timur bersalawat di lapangan aula Al-Muktamar.
Khofifah menceritakan bagaimana penetapan Hari Santri Nasional. "Di dalam keppres penetapan Hari Santri, sesungguhnya yang ditugasi Pak Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan keppres adalah Khofifah Indar Parawansa. Lalu diteruskan oleh Pak Pratikno," ujarnya.
Khofifah menjelaskan bahwa warga bangsa Indonesia penting untuk mengetahui sejarah Hari Santri Nasional. "Pak Jokowi perlu peran para kiai dan para santri dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini belum tertulis secara komplet. Maka dari itu, seluruh warga bangsa menjadi penting untuk mengetahui peran seluruh kiai dikomando KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa dan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober pukul 20.30," tutur Khofifah.
"Artinya bahwa resolusi dan gravitasi KH Hasyim Asyari tidak hanya menggerakkan para santri, tetapi seluruh warga se-Jawa terutama Surabaya dan Madura bergerak untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mudah-mudahan santri Lirboyo memiliki semangat yang sama untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia," sambung Khofifah.
Hadir pula dalam acara ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Ruly Chandrayadi, para kepala OPD di lingkungan Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kota Kediri, serta para kiai dan nu nyai dari berbagai ponpes di Jawa Timur.