Diiming-imingi Kemudahan Perizinan, PKL Urungkan Gelar Demo

Kediri Dalam Berita | 16/12/2015


Diiming-imingi Kemudahan Perizinan, PKL Urungkan Gelar Demo

Salah satu sudut jalan Dhoho yang ditempati PKL hingga menuai terbitnya Perwali No 37.

KEDIRI (BM) - Menyikapi munculnya Perwali Nomor 37 Tahun 2005 tentang Pengaturan Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang dirasa malah memberatkan. Hanya saja, rencana menggelar demo besar-besaran, ternyata juga dirungkan para PKL, Senin (14/12).
 
Batalnya aksi itu, salah satunya faktor ada sinyalemen dari Pemkot Kediri yang mengiming-imingi kemudahan dalam mengurus proses perizinan bagi PKL. Dari kondisi itu ternyata menyurutkan dan meredamkan gejolak PKL untuk melakukan unjuk rasa.
 
”Memang sebelumnya ada rencana melakukan unjuk rasa ke jalan sebagai ungkapan penolakan munculnya Perwali nomor 37 yang  memberatkan PKL utamanya, soal jadwal berjualan,” terang Wanto, seorang PKL di Jalan Dhoho.
 
Namun, imbuh dia mendadak pemkot memberi sinyalemen dalam pengurusan perizinan bagi PKL. Jurus ampuh dari pemkot itu akhirnya melunakkan hati PKL dan mengurungkan menggelar demo.      
   
Kendati demikian, Wanto mengaku apabila syarat dan prasyarat proses perizinan yang diperuntukan bagi PKL tak berjalan mulus maka janji pemkot dinilai ingkar dan semua PKL akan menggelar demo tanpa mau lagi terbujuk iming-iming yang hanya meredakan sesaat. Harapan para PKL, masih kata Wanti sebenarnya mudah. Salah satunya akses berjualan yang mudah hingga tidak memberatkan bagi mereka.     
 
Sementara itu, Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yetty Sisworini mengatakan pihaknya dalam hal ini masih melakukan penataan secara berkala terhadap para PKL. Khususnya di sepanjang Jalan Dhoho yang akan dijadikan sentra kuliner malam.
 
Maka dari itu, pihaknya meminta peran aktif para pedagang dalam mendukung program tersebut. “Kami hanya meminta peran aktif PKL Jalan Dhoho. Kalau ada yang kurang pas dengan Perwali 37 kita siap terbuka menampung keluhan untuk menjadikan perwajahan Kota Kediri yang lebih baik,” katanya.
 
Namun, Nurbadik koordinator PKL Jalan Dhoho berpendapat lain. Pihaknya dengan jelas menolak rencana Pemkot Kediri untuk menjadikan Jalan Dhoho  sebagai wisata kuliner. Karena, apabila dikaji secara menyeluruh penjual dalam menyajikan jajanan beragam dan tidak sesuai apabila dikonsumsi malam hari. (bud/nov)