Sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan Islami yang mulai tenggelam, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) bekerjasama dengan PCNU Kota Kediri kembali menggelar parade bedug dan pawai taaruf, Sabtu (02/11/2019) sore.
Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau yang kerap disapa Gus Ab menjelaskan, kegiatan parade bedug dan pawai taaruf ini adalah rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Kota Kediri.
Menurut Gus Ab, sebelumnya rangkaian peringatan Hari Santri yang keempat di Kota Kediri diawali dengan khotmil Quran pada 19 Oktober lalu di kantor PCNU Kota Kediri. Kemudian diteruskan apel Hari Santri pada 22 Oktober. Dilanjutkan malamnya istighotsah sekaligus pembacaan salawat nariyah.
Lalu pada 26 Oktober, digelar futsal sarungan antar-pengurus lembaga NU. "Dan 2 November ada kegiatan parade bedug serta bazar dan pameran UMKM yang pesertanya dari ranting lembaga dan badan otonom" jelas Gus Ab.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar menuturkan, dalam rangka peringatan Hari Santri, pemkot selalu berupaya memberikan fasilitas dan support terhadap apa yang sudah menjadi agenda PCNU Kota Kediri. "Pemerintah, dalam hal ini Pemkot Kediri,
jika ada kegiatan para santri melalui PCNU ataupun kegiatan mandiri secara umum jika ada kesesuaian dengan program pemerintah, pasti akan kami support," ungkapnya.
Selama ini kegiatan santri, sambung Nur Muhyar, sudah pasti baik dan sejalan dengan program pemerintah dan tentunya bermanfaat. Ke depan pemkot berharap selalu ada perubahan dalam arti meningkatkan kualitas penyelenggaraan atau bahkan menambahkan jenis kegiatan agar lebih semarak, berkualitas dan tentunya lebih membawa manfaat.
"Ke depan kami pemerintah bersama PCNU akan berupaya melakukan inovasi dan perubahan- perubahan dalam arti meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Seperti menambah jenis kegiatan atau mungkin menambah sentuhan-sentuhan entertain agar kegiatan lebih menarik, semarak, semakin berkualitas. Orientasinya, masyarakat bisa lebih menikmati. Ini yang ke depan harus lebih lagi ditingkatkan supaya lebih membawa manfaat lagi bagi masyarakat banyak," kata Nur Muhyar.
Tampak hadir dalam acara itu, Wakapolresta Kediri Kompol Iwan Sebastian, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), tokoh ulama karismatik Kediri KH M. Douglas Thoha Yahya (Gus Lik), Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, serta masyarakat yang juga mengikuti acara tersebut.