Pramuka MTsN 2 Kediri Belajar Kebinekaan Sejarah dan Kebudayaan

Kediri Dalam Berita | 25/11/2019

Imam Mubarok, wakil ketua bidang litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara, usai memberikan motivasi kepada para anggota MTsN 2 Kota Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

Imam Mubarok, wakil ketua bidang litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara, usai memberikan motivasi kepada para anggota MTsN 2 Kota Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

Berbicara tentang perjalanan sejarah Kediri dan keris, tentu saja tidak hanya ditinjau atau dinilai dari aspek kebendaannya. Masih banyak faktor yang bisa dikaji selain wujud keris itu sendiri dan sejarah Kediri.

Faktor-faktor tersebut di antaranya tentang nilai-nilai filosofi atau makna simbolis dari bentuk-bentuk maupun corak-corak tertentu yang ada pada sebilah keris,  nilai-nilai spiritual, etika, estetika, sosial, bahkan sampai nilai ekonomi.

Namun belum tampak upaya pelestarian keris secara signifikan melalui kurikulum pendidikan yang berupa materi pelajaran untuk diajarkan di sekolah-sekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA.

Karena itu, untuk memahami sejarah tentang keris dan Kebinekaan di Indonesia dan pelestarian sejarah dan Kebudayaan, salah satu Wakil Ketua Bidang Litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara Imam Mubarok mengajak puluhan anggota Pramuka perwakilan kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kediri Kota mendapat motivasi tentang pentingnya menjaga kebinekaan di Indonesia dan peran penting pelajar dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan.

“Pelajar masa kini adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, mereka harus memahami tentang kebinekaan di Indonesia. Saat ini banyak belajar yang kurang memahami, bahkan juga sisi kearifan lokalnya. Sehingga rasa cinta tanah air semakin berkurang. Ini semua karena mereka tak lagi belajar sejarah dan harus ditanamkan secara sungguh-sungguh,” kata Imam Mubarok, yang juga jurnalis di salah satu media online, saat memberikan keterangan kepada KEDIRITIMES, Sabtu (23/11/19) malam.

Di hadapan anggora gerakan pramuka MTsN 2 Kediri Kota, Imam menyampaikan ada tiga hal yang bisa melemahkan suatu bangsa. Pertama adalah kaburkan sejarahnya. Kedua, hancurnya bukti-bukti sejarah bangsa. Dan ketiga, pemutusan hubungan mereka dengan leluhurnya.

“Oleh karena itu, dalam kegiatan motivasi ini, kami berikan paparan perjalanan bangsa secara umum. Mulai zaman kerajaan hingga penjajahan. Dan secara khusus kami sampaikan tentang perjalanan Kediri dan sejarahnya. Tidak ketinggalan juga  kita berikan pengetahuan tentang keris, sebuah warisan budaya bangsa yang telah diakui oleh UNESCO,” tambah Imam yang juga seorang alumni MTsN  2 Kota Kediri.

Di akhir kegiatan, Imam mengajak anggota pramuka untuk mereview dari apa yang telah disampaikannya  dan yang bisa menjawab diberikan hadiah berupa  buka Babad Khadiri dan buku saku keris yang diterbitkan oleh Pemkot Kediri bekerja sama dengan Senapati Nusantara, Paguyuban Panji Joyoboyo Kediri. Imam juga salah satu penulisnya.