Tahukah Anda Program Quran Massive? Ini Penjelasan Wali Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 22/12/2019

HARMONI : Wali Kota Mas Abu diantara para tokoh agama dan perwakilan satuan kerja Pemkot Kediri (humas / duta.co)

 

KEDIRI | duta.co – Satu hari usai dilantik kembali pasangan terpilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah, pada 29 Mei lalu, langsung melakukan gebrakan dengan memperkenalkan program Qur’an Massive (Qurma). Satu tujuannya, upaya mewujudkan generasi Qur’an di Kota Kediri.

Seiring perjalanan waktu, akhirnya pada Jumat kemarin, Wali Kota Kediri melaunching program Qurma, bertempat di Insumo Kediri Convention Center. Hadir dalam acara ini, Ketua PCNU KH. Abu Bakar Abdul Jalil dan Ketua DPD Muhamamdiyyah, H. Fauzan Saleh diantara para tokoh lintas agama dan para kepala satuan kerja di lingkungan pemerintah kota. Disampaikan Mas Abu melalui Kabag Humas Apip Permana, terdapat empat kompetensi dijalankan untuk mengembangkan program ini.

“Setelah kami perkenalkan kemudian bapak Wali Kota berkenan memperkenalkan Program Qurma ini. Terdapat empat kompetensi akan dijalankan untuk mewujudkan Generasi Qur’an, yakni hafalan, tilawah, mengaji dengan terjemaahan serta menulis Bahasa Arab. Ini akan diterapkan di seluruh Taman Pendidikan Alquran di seluruh Kota Kediri dengan acuan mutu dan kualitas,” jelas Apip Permana dikonfirmasi usai acara.

Seperti disampaikan Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri saat melaunching program ini, bahwa saat ini yang dibutuhkan Kota Kediri, adalah generasi yang memiliki sumber daya manusia unggul dan ini merupakan syarat pokok membawa Indonesia lebih maju lagi. “Oleh karena itu Pemkot Kediri terus berupaya membangun karakter dan keterampilan sumber daya manusianya, salah satunya melalui Quran Massive di TPQ,” ungkap Mas Abu.

Apresiasi pun diberikan Ketua PCNU Kota Kediri, bahwa dengan program ini akan menambah khasanah keilmuan dan keimanannya. “Tentunya mampu mengamalkan kandungan Al Quran. Harapannya, ke depan tidak hanya intelektual, namun juga mental dan spritual masyarakat Kota Kediri semakin bagus untuk bekal lahir dan batin,” ungkap Gus Ab, sapaan akrabnya.

 

Program ini sebeanrnya mengadopsi program English Massive telah berjalan dengan baik selama empat tahun, diharapkan tempat-tempat ibadah juga menjadi bagian tempat belajar bagi anak-anak. “Kita adopsi dari English Massive, dimana anak-anak harus fun dalam belajar. Mungkin nanti belajarnya selain di musala, masjid atau di tempat terbuka seperti taman terbuka hijau, kita akan mencoba melakukan itu,” ungkap Mas Abu.