Kediri (ANTARA) - Aplikasi Sistem Informasi Eksekutif (SIE) Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi salah satu rujukan yang diminati oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kediri.
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardi mengungkapkan sudah lama ingin datang ke Kota Kediri sejak lulus dari Lemhanas. Salah satu niatan datang ke Kediri adalah ingin belajar beragam program unggulan dari Kota Kediri.
"Di Kabupaten Tegal ini yang menjadi salah satu perhatian terkait masalah IT. Sebelum 2019 jangankan kantor, ruang server tidak punya. Sehingga 2020 ini yang menjadi fokus utama Tegal adalah membangun gedung kominfo, ruang server dan server rack. Di 2019, kami juga membuat kajian untuk data manajemen sistem (DMS)," katanya di Kediri, Jumat.
Ia menambahkan, dengan DMS ini diharapkan sistem akan lebih tertata lagi.
"DMS, dimana kami percaya kebutuhan utama semua OPD harus setuju dulu database disatukan. Aplikasi boleh terpisah namun database-nya disatukan. Bayangannya kami ingin memberikan dashboard kepada Bupati Tegal agar ketika membuat keputusan itu bisa tepat. SIE Kota Kediri tersebut adalah impian kami, Kabupaten Tegal," kata dia.
Wabup Tegal memang bertanya banyak hal mengenai teknologi informasi di Kota Kediri seperti cara kerja aplikasi program pemberdayaan masyarakat (prodamas), e-surat, dan Sistem Informasi Eksekutif (SIE) Kota Kediri. Aplikasi SIE ini merupakan aplikasi untuk menyajikan informasi yang ringkas yang berguna untuk pengambilan keputusan, aplikasi inilah yang paling menarik bagi dirinya untuk bisa diterapkan di Kabupaten Tegal.
Pihaknya mengatakan, dengan kunjungan ini ada banyak informasi dan ilmu yang bisa dipelajari, sehingga langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab Tegal bisa capai.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan bahwa pemkot terbuka untuk berbagai informasi terkait dengan program kepada pihak manapun, termasuk Pemerintah Kabupaten Tegal.
Terkait dengan mengatasi permasalahan warga agar bisa diambil keputusan cepat oleh pemerintah daerah, Kota Kediri membuat sebuah aplikasi sarana pengaduan yang bernama suara warga (Surga).
"Aplikasi ini baru ramai oleh warga Kota Kediri sekitar tahun 2017, padahal peresmian sudah dari tahun 2015. Dengan adanya aplikasi tersebut menjadikan OPD-OPD di Pemerintah Kota Kediri lebih responsif. Sehingga setiap OPD diberikan pelatihan menulis tujuannya ketika ditanya oleh masyarakat akan lebih terarah dalam menjawabnya," kata Mas Abu, sapaan akrabnya.
Selain itu, Mas Abu juga menerangkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kelurahan, pemerintah daerah juga meningkat. Jika terjadi apapun, warga akan melapor kepada Pemerintah Kota Kediri.
Wali Kota juga berharap dengan kunjungan ini beragam ilmu yang didapatkan bisa diaplikasikan di Kabupaten Tegal.
"Apa yang sudah dibuat ini dan yang sudah bisa kita kerjasamakan dengan Kabupaten Tegal ini, dengan senang hati karena kita dulu banyak trial and error juga. Dulu juga banyak pihak yang kami ajak diskusi dan alhamdullillah sekarang bisa memberikan kemanfaatan bagi perkembangan Kota Kediri," kata Wali Kota.
Mas Abu juga menegaskan, pemkot tidak ingin menggurui tapi mengajak belajar bersama sebab ini merupakan sistem.
"Mudah-mudahan pulang dari sini segera bersurat nanti kami membantu. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih mudah-mudahan apa yang diinginkan Pemkab Tegal bisa terjawab semua," ujar Mas Abu.
Hadir dalam kunjungan kerja ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Haris Candra Purnama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tegal Desy Arifianto serta jajaran Kominfo Kota Kediri dan Kabupaten Tegal.

