Kediri, demonstran.com – Dalam sepak bola modern saat ini, sponsor seperti suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dengan industri sepak bola itu sendiri. Seperti halnya dalam industri sepak bola Indonesia, peran sponsor mulai sangat dibutuhkan ketika pemerintah tidak lagi memperbolehkan klub mempergunakan dana APBD untuk menjalankan klub, mulai dari operasional klub hingga gaji pemain. Hal tersebut mau tidak mau membuat suatu klub musti bekerja keras untuk mencari sponsor guna mempertahankan eksistensi klub itu sendiri.
Banyak faktor ketika masalah keuangan tidak jadi kendala, maka secara tidak langsung, sebagai contoh psikologis para pemain pun tidak akan terganggu dan akan terangkat. Hal tersebut dikarenakan pemain bisa fokus untuk memberikan yang terbaik untuk tim, tanpa memikirkan apakah gaji mereka akan dibayarkan tepat waktu atau tidak.
Lantas bagaimanakah dengan Persik Kediri.
Tim promosi Liga 1 musim ini dengan statusnya sebagai juara 1 Liga 2 2019 kemarin nampaknya masih belum mengumumkan terkait dengan sponsor yang akan membantu sokongan biaya dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini. Manajemenpun masih menutup rapat rapat terkait sponsor mana saja yang telah masuk di kubu tim berjuluk Macan Putih ini.
Saat tim liputan Demonstran.com mencoba mengkonfirmasi pihak manajemen Persik Kediri dengan menemui Arief Priyono selaku Sekretaris Umum. Arief mengaku jika beberapa sponsor telah masuk dan sudah menjalin kesepakatan bersama Persik Kediri.
“Sponsor sudah ada mas, cuma kami masih belum bisa umumkan,” katanya.
Menurut Arif, sejauh ini manajemen Persik Kediri masih menunggu tanda tangan kesepakatan bersama pihak sponsor. Setelah itu, dirinya baru akan mengumumkan secara resmi.
“Secepatnya akan segera kita umumkan. Ini masih mau tanda tangan Memorandum Of Understanding (MoU) dulu,” ungkapnya.
Disinggung soal jumlah anggaran yang dikeluarkan dalam mengarungi kompetisi di Liga 1. Arief menyebut, angka tersebut mampu menembus di nominal 30 miliar rupiah.
“Biaya kurang lebih 30 miliar rupiah,” ucapnya.
Lantas bagaimanakah dengan kondisi finansial di kubu Persik Kediri. Apakah mampu memenuhi nominal tersebut.
Arief mengaku, tidak ada masalah.
“InsyaAllah tidak ada masalah, cuma memang kami butuh waktu untuk persiapan saja, maklum karena dari Liga 2 ke Liga 1 jelas kebutuhannya beda,” terangnya

