KBRN, Kediri : Dampak Virus Corona, kini berpengaruh pada mahalnya harga bawang putih, baik di wilayah Kabupaten Kediri maupun di Kota Kediri. Kondisi itu disebabkan, makin terbatasnya volume bawang putih, yang selama ini diimpor dari Tiongkok.
Menurut Mujiati, pedagang sayur mayur di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, dengan berkembangnya berita Virus Corona, maka harga bawang putih saat ini naik antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 Rupiah per kilogram.
"Awal bulan Februari ini, harga bawang putih tembus hampir Rp 55.000 per kilogram. Harganya ini naik, dibandingkan harga pada awal Januari 2020 mencapai Rp 28.000 Rupiah per kilogram, yang saat itu belum marak berita Virus Corona," kata Mujiati, pedagang sayur-mayur, di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Senin (10/2/2020).
Senada dengan Mujiati, penjual aneka bawang di Kabupaten Kediri, Sumiatun mengamini, jika kenaikan harga bawang selama 10 hari terakhir, ada pengaruhnya dengan pemberitaan soal Virus Corona.
"Selama ini, Indonesia bergantung pada pasokan bawang putih asal Tiongkok. Kalau pasokan bawang merah, di dalam negeri saja ada," katanya.
Sementara itu, ibu rumah tangga, di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Sri mengaku, pada hari ini pihaknya membeli bawang putih dengan harga Rp 60.000 per kilogram. Namun, karena harganya naik signifikan, ia terpaksa beli 1 ons atau setara Rp 6.000.
"Ya dibayangkan saja, harga bawang putih sudah sama dengan harga beras 5 kilogram. Mendingan, saya beli beras, dan untuk masak cukup dengan bumbu bawang putih seadanya," katanya.
Di tempat terpisah, Nur Wahyu Ernawati, penjual bawang putih, di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, mengatakan, pada saat ini, harga bawang putih kualitas bagus naik menjadi Rp 55.000 per kilogram.
"Kemudian, harga bawang putih yang telah dikupas dijual seharga Rp 60.000 per kilogram," tutupnya.