Artikel ini telah tayang di surya.co.id d
SURYA.co.id - Ada beberapa cara untuk menangani bahkan mencegah pendarahan otak seperti yang dialami Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah.
Seperti diketahui, pendarahan otak menjadi penyebab Lilik Muhibbah meninggal dunia.
Humas RSUD Dr Soetomo, Dr Pesta Parulian menyebutkan kalau kondisi Lilik Muhibbah sudah memburuk akibat pendarahan otak.
Sehingga, Lilik Muhibbah pun meninggal saat penanganan di UGD.
Pasien yang mengalami pendarahan otak memang perlu dilakukan penanganan yang cepat.
Jikat terlambat maka pasien bisa meninggal dunia, seperti yang dialami Lilik Muhibbah.
Melansir dari Hellosehat, penanganan dan pengobatan pendarahan otak bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan pulih, mengurangi gejala-gejala yang ada, serta mencegah timbulnya komplikasi.
Apabila penyebab dan lokasi pendarahan telah diketahui, dokter akan melakukan penanganan dengan obat-obatan, perawatan medis, atau operasi.
Tujuannya adalah untuk menghentikan pendarahan, menghilangkan penggumpalan darah, serta mengurangi tekanan pada otak.
Pada umumnya, pasien dengan pendarahan yang ringan akan ditangani dengan perawatan medis dan pemberian obat-obatan.
Namun, pasien dengan pendarahan yang lebih parah akan ditangani dengan prosedur bedah atau operasi.
1. Perawatan medis
Pasien akan dirawat di unit stroke atau ICU agar dapat diawasi dan ditangani secara intensif.
Berikut adalah rangkaian perawatan yang mungkin dilakukan oleh dokter:
- Pemberian obat-obatan yang mengurangi penggumpalan darah
- Pengontrolan tekanan darah
- Memantau tekanan pada tengkorak kepala
- Pemasangan kateter
- Penanganan hyperventilation
2. Operasi
Tujuan dari operasi adalah untuk menghilangkan penggumpalan darah sebanyak mungkin, serta mengurangi pendarahan.
Terdapat dua pilihan metode operasi, yaitu kraniotomi dan stereotactic clot aspiration.
Operasi kraniotomi dilakukan dengan cara membuat lubang pada tengkorang kepala untuk membuang penggumpalan darah.
Namun, teknik ini berisiko tinggi, sehingga hanya dilakukan apabila penggumpalan terletak dekat dengan permukaan otak.
Operasi stereotactic clot aspiration adalah teknik yang dilakukan untuk penggumpalan yang terjadi di bagian otak dalam.
Prosedur ini menggunakan endoskopi atau jarum yang dimasukkan dengan bantuan alat stereotactic, untuk mendeteksi letak penggumpalan.
3. Obat-obatan
Untuk penanganan lebih lanjut, dokter mungkin juga akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan.
Tujuannya adalah untuk mengontrol tekanan darah, mencegah kejang, mengurangi rasa sakit, serta membantu pasien yang mengalami kesulitan menelan.
Berikut adalah obat-obatan yang diresepkan dokter:
- Obat penenang
- Obat antiepilepsi atau antikonvulsan
- Pain-killer
- Obat diuretik dan kortikosteroid
Perawatan jangka panjang akan diperlukan untuk mengatasi gejala yang disebabkan oleh kerusakan pada otak.
Tergantung pada gejala, perawatan dapat meliputi terapi fisik dan terapi berbicara.
Di samping itu, pendarahan otak juga bisa dicegah melalui beberapa cara agar tak semakin parah.
Berikut adalah gaya hidup yang dapat membantu Anda mengatasi pendarahan otak:
- Atasi tekanan darah tinggi. Penelitian menunjukkan 80% dari pasien dengan pendarahan otak memiliki sejarah tekanan darah tinggi.
Hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengendalikan tekanan darah dengan diet, olahraga dan pengobatan.
- Jangan merokok.
- Berhati-hati dengan zat seperti kokain yang dapat meningkatkan perdarahan pada otak.
- Berkendara dengan hati-hati dan kenakan sabuk pengaman.
- Jika Anda mengendarai sepeda motor, kenakan helm.
- Berhati-hati dengan coumadin. Jika Anda menggunakan obat ini, atau yang disebut juga dengan warfarin, periksakan secara rutin dengan dokter untuk memastikan kadar darah Anda berada di kisaran yang tepat.
- Jaga diabetes di bawah kendali
- Jaga gaya hidup yang sehat.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah meninggal dunia di usia 58 tahun karena sakit.
Kabar meninggalnya wanita yang akrab disapa Ning Lik ini beredar melalui pesan berantai di Whatsapp (WA).
Kemudian dikonfirmasi oleh Kabag Humas Pemkot Kediri, Drs Apip Pramana.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Lilik Muhibbah sempat mengeluh sakit pada Sabtu (15/2/2020) pagi.
Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk melarikan Lilik Muhibbah ke RSUD Gambiran 2 Kota Kediri.
Akan tetapi, kondisinya tak kunjung membaik sehingga dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Biodata Lilik Muhibbah Wakil Wali Kota Kediri yang Meninggal Dunia, Aktif di Berbagai Organisasi (KOLASE SURYAOnline/Didik Mashudi)
Dr Pesta Parulian, Humas RSUD Dr Soetomo menjelaskan, Almarhumah dirujuk ke RSUD Dr Soetomo dengan adanya pendarahan di otak.
"Tadi memang dari Kediri dirujuk ke RSUD Dr Soetomo kondisinya memang sudah buruk," ungkapnya saat dikonfirmasi SURYA.co.id.
Pria yang juga spesialis anestesi ini mengungkapkan, karena penyakitnya yang memang sudah cukup berat, sehingga Lilik Muhibbah meninggal saat penanganan di UGD.
"Belum sempat di rawat inap, meninggal di UGD. Jenazah juga sudah dibawa pihak keluarga,"pungkasnya.
Pihak keluarga memutuskan pemakaman Wakil Wali Kota Kediri, Hj Lilik Muhibbah dilakukan pada Minggu (16/2/2020) pukul 9.00 WIB.
"Hasil rapat keluarga, almarhumah akan dimakamkan hari Minggu pagi di pemakaman keluarga Kelurahan Bandar Kidul," ungkap Drs Apip Permana, Kabag Protokol dan Komunikasi Pemkot Kediri, Sabtu (15/2/2020).
Kedatangan jenazah Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah disambut haru ribuan pelayat yang memenuhi rumah duka, Sabtu (15/2/2020) malam. (SURYA.co.id/Didik Mashudi)
Kedatangan jenazah almarhumah Lilik Muhibbah disambut haru ribuan pelayat yang memenuhi rumah duka di Kompleks Ponpes Al Ishlah Bandar Kidul, Kediri, Sabtu (15/2/2020) malam.
Penggalian makam telah dilakukan di kompleks makam keluarga yang berlokasi dekat masjid pondok.
Makam Wawali Lilik Muhibbah akan disemayamkan berjejer dengan makam almarhum suaminya.
Ribuan pelayat juga terus berdatangan ke rumah duka semenjak kabar meninggalnya Lilik Muhibbah tersiar ke masyarakat.
Pemakaman Wawali yang akrab disapa Ning Lik ini rencananya bakal dihadiri oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.