SURYA.co.id | KEDIRI - Ribuan warga menghadiri pemakaman Wakil Wali Kota Kediri Hj Lilik Muhibbah di pemakaman keluarga areal Ponpes Al Islah, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, Minggu (16/2/2020).
Di antara pentakziah yang hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pengasuh Ponpes Lirboyo KH Kafabihi Mahrus, pengasuh Ponpes Ploso KH Zaenudin Zazuli, KH Nurul Huda Zazuli, pengasuh Ponpes Al Amin KH Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan pejabat Muspida Kota Kediri serta Bupati Jombang Hj Mujidah Wahab.
Sejak semalam kegiatan sholat jenazah juga terus berlangsung hingga menjelang upacara pemakaman.
Sholat jenazah terakhir dengan imam KH Kafabihi Mahrus.
Pemakaman Hj Lilik Muhibbah yang akrab disapa Ning Lik juga dihadiri anggota Muslimat NU.
Begitu banyaknya pentakziah yang ingin sholat jenazah, jadwal pemakaman sempat mundur dari jadwal semula.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang memberikan sambutan mengungkapkan, Ning Lik dikenal sebagai sosok pejuang di Muslimat NU yang juga Wakil Wali Kota Kediri.
"Beliau tidak pernah sekalipun cerita terjadinya disharmoni dengan walikota. Ini adalah referensi kepemimpinan sebuah kota yang luar biasa. Beliau tidak pernah berhenti memberikan layanan kepada masyarakat," ungkapnya.
Gubernur Jatim saat memberikan sambutan juga tak kuasa menahan sedih dan tangis saat melepas prosesi pemakaman sahabatnya yang sama-sama berjuang di Muslimat NU.
"Sugeng tindak Ning Lik kembali kepada Sang Pencipta, Sang Kholik dan insa Allah panjenengan dipanggil dalam keadaan husnul khotimah," ungkapnya.
Sementara KH Anwar Iskandar yang memberikan sambutan mewakili keluarga almarhum mengemukakan almarhumah meninggal dalam usia 58 tahun meninggalkan tiga orang anak.
"Almarhum juga mengajar mengaji santri dan Muslimat NU serta masyarakat. Selain itu membantu walikota membangun Kota Kediri dan membantu Bu Khofifah menata Muslimat NU menjadi baik," ungkapnya.
KH Anwar Iskandar juga mengemukakan, semoga amal kebaikannya diterima Allah dan bekal menghadap Allah.
Ning Lik boleh saja meninggalkan siapa saja.
"Namun semangat untuk membangun Muslimat NU yang baik tidak berhenti dan membangun masyarakat Kota Kediri lebih baik tidak boleh berhenti," tandasnya.
Sementara doa pemberangkatan jenazah dilakukan sejumlah kiai sepuh di antaranya KH Zainudin Zazuli, KH Nurul Huda Zazuli, KH Anwar Iskandar, KH Kafabihi Mahrus dan KH Nasir.