IMPOR: Gawang Stadion Brawijaya sedang dipersiapkan. (Anwar Basalamah - radarkediri)
Tidak tanggung-tanggung, dua gawang tersebut plus jaringnya diimpor langsung dari Malaysia. Arief menyebut, anggaran pengadaan gawang menghabiskan lebih dari Rp 130 juta. “Bahannya bukan hanya besi. Tapi ada lapisan karbon. Jaringnya berbentuk hexagonal,” ungkapnya.
Pada Kamis sore lalu (20/2), barangnya tiba di Stadion Brawijaya. Kemarin, gawang mulai dipasang. Masing-masing di sisi utara dan selatan lapangan. “Instalasi pemasangan gawang dari Boyolali (Jawa Tengah). Karena mereka ahlinya,” kata Arief.
Sekitar pukul 10.00, pekerja mulai melepas gawang lama. Berdasar keterangan PT LIB saat verifikasi awal Desember tahun lalu, gawang yang sekarang dipakai sudah tidak layak. Kondisi mistar rawan patah ketika dipakai kiper bergelantungan.
Arief mengungkapkan, gawang baru sudah dapat dipakai saat launching tim pada Minggu besok malam (23/2). Itu berbarengan dengan pemakaian lampu stadion dan bench pemain. “Minggu besok kami sudah memakai gawang baru,” ucapnya.
Mengenai rencana verifikasi kedua dari PT LIB, Arief menyebut, jadwalnya tiga hari sebelum kick off Liga 1. Saat ini, operator liga tersebut tinggal menunggu surat memorandum of understanding (MoU) penyewaan Stadion Brawijaya dari pemkot ke manajemen. “Sudah selesai MoU-nya. Hari ini sudah diteken Pak Sekda (Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu),” pungkasnya.