Kediri, demonstran.com – Paska ditetapkannya harga tiket masuk untuk pertandingan laga home Persik Kediri oleh jajaran manajemen menuai pro dan kontra di kalangan Persikmania julukan pendukung fanatik Persik Kediri.
Sejumlah pendukung menilai jika nominal yang telah ditentukan tersebut dinilai terlalu mahal dan memberatkan. Namun ada juga yang tidak mempermasalahkannya dengan alasan untuk membantu keuangan Persik Kediri melalui penjualan tiket.
Menanggapi hal ini tim liputan Demonstran.com mencoba mengkonfirmasi Arief Priyono selaku Sekretaris Umum manajemen Persik Kediri.
Saat disinggung soal nominal harga tiket yang telah ditetapkan, Arief mengaku harga tersebut telah menjadi kesepakatan di jajaran manajemen melalui beberapa masukan dan penggodokan segala masukan dan dipastikan untuk harga tiket tidak akan berubah.
“Harga tiket tidak akan berubah harganya sudah ditetapkan Rp 50.000,- untuk bangku tempat duduk ekonomi dan Rp 75.000,- untuk bangku tempak duduk vip,” kata Arief, Rabu (4/3).
Menurut Arief, penetapan harga tiket tersebut memang berdasarkan hasil pertimbangan dari beberapa faktor yang ada. Mulai standart penjualan tiket di beberapa club yang berlaga di Liga 1 dan pertimbangan angka rasional yang menyesuaikan kasta Liga 1.
“Di liga 1 butuh pendanaan yang besar. Sedikitnya 30 – 40 miliar rupiah untuk mengarungi selama satu musim di Liga 1 ini. Jadi itu bukan kompetisi yang murah. Disisi lain Persik Kediri juga membutuhkan dukungan pendanaan yang salah satunya bersumber dari penjualan tiket,” Ungkap Arief.
“Jadi saya berharap Persikmania juga mau mengerti terhadap keadaan ini,” imbuh Arief
Lebih lanjut arief mengutarakan jika tiket laga home Persik Kediri menghadapi Bhayangkara FC yang akan berlangsung pada di Stadion Bhayangkara FC pada 6 Maret 2020, telah bisa dilakukan pembelian melalui online.
“Pembelian tiket sudah bisa dilakukan melalui online dengan mengunjungi http://Loketpersik.com. Sedangkan dari pembelian tiket secara online tersebut Persikmania dapat langsung masuk ke Stadion Brawijaya pada saat hari pertandingan berlangsung dengan menunjukkan
barcode handphone yang dilakukan untuk bertransaksi (Scanner),” terangnya.

