Bahkan stok di pasaran baik di tingkat apotek hingga area swalayan telah habis sehingga para pembeli banyak yang tidak mendapatkan.
Perihal inipun diketahui setelah jajaran kepolisian Polresta Kediri bersama dengan Pemerintah Kota Kediri melakukan sidak ke sejumlah penjual masker di wilayah Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana saat diwawancara Demonstran.com di lokasi sidak membenarkan bahwa adanya kelangkaan di pasaran saat ini. Menurutnya hal tersebut ditengarai minimnya stok di tingkat supliyer.
“Hasil pengecekan di beberapa apotek dan toko, tadi memang ada kelangkaan di Kediri Kota, namun demikian ini sudah proses lama, dan ini murni karena memang kosong dari distributor nya,” Katanya.
“Di Hypermart Kediri ini tadi memang katanya masih ada tetapi nanti hanya untuk sebagai stok dipakai untuk para karyawan ketika memang dibutuhkan,” lanjutnya.
Menurut Miko, indikasi kekosongan tersebut lantaran ada pembelian besar-besaran dari warga Kediri yang berada di luar negeri.
“Penyebab kekosongan tersebut indikasinya jadi ada TKI kita yang meminta dikirim dari sini untuk dipakai di sana,” katanya.
Untuk di Kediri sendiri menurut Kapolres tidak ada indikasi pemborongan masal produk masker, namun profokasi di media sosial sempat ditemukan.
“Disini tidak ada aksi borong cuma sempat ada kalau profokasi pemborongan masker itu.” Tuturnya.
Namun meskipun ada kelangkaan, saat ini polisi dan rumah sakit masih mempunyai stok masker yang cukup untuk warga.
“Untuk masker di kita masih ada, di rumah sakit masih banyak, di Purkes kita juga masih banyak, dan itu nanti jika memang akan digunakan bisa dipakai kalau memang dibutuhkan dan diminta pihak pemerintah,” tutupnya.
“Terkait masalah Corona pihak Pemkot telah bekerja sama dengan instansi terkait langsung ke pihak RT RW apabila ada kedatangan dari luar negeri atau orang yang dicurigai langsung dilaporkan ke Dinkes. Laporan selalu update kita

