

Ilustrasi
KEDIRI (BM) – Inflasi pada Februari tahun ini diyakini lebih rendah dari Januari. Pada Januari inflasi di Kota Kediri sebesar 0,47 persen sehingga inflasi tahunannya relatif masih rendah yaitu 2,38 persen.
inflasi di Kota Kediri paling rendah dibandingkan inflasi kota-kota yang dihitung indeks harga konsumen (IHK)-nya di Jawa Timur dan juga jauh lebih rendah dari angka inflasi nasional. Inflasi tahunan Jawa Timur tercatat sebesar 3,54 persen dan inflasi nasional sebesar 4,14 persen.
Berdasarkan pantauan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, pada Februari ini perkembangan harga-harga khususnya pada sebagian harga komoditas yang tergolong volatile mulai membaik, sejalan dengan penurunan harga beberapa komoditas yang pada bulan sebelumnya sempat meningkat.
Misalnya, daging ayam broiler, telur ayam ras, dan beras. Penurunan harga daging ayam broiler dan telur ayam ras terutama dipengaruhi dengan membaiknya suplai pakan ternak, terutama jagung yang sangat baik dan terukur diintervensi pemerintah.
Menurut Kepala Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, keyakinan terhadap rendahnya inflasi di Februari antara lain dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya suplai barang kebutuhan pokok yang relatif terjaga dengan baik, permintaan/konsumsi masyarakat relatif normal.
Selain itu juga ekpektasi yang terjaga dan juga apresiasi nilai tukar rupiah, serta adanya penyesuaian ke bawah harga beberapa komoditas administered price.
“Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas maka capaian inflasi di Kota Kediri pada Februari dipastikan lebih rendah dibanding Januari dan secara tahunan masih jauh di bawah target inflasi yang sudah ditetapkan,” katanya. (bud/nov)